Ari Ashkara dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
Ari Ashkara dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.

Harta Berlimpah, Harusnya Tak Selundupkan Harley di Garuda

Ekonomi Garuda Indonesia
Annisa ayu artanti • 06 Desember 2019 12:11
Jakarta: Total harta kekayaan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara mencapai Rp37,56 miliar.
 
Asosiasi Awak Kabin Indonesia melalui karangan bunga yang disampaikan di Lobi Kementerian BUMN menyampaikan seharusnya dengan harta serta gaji yang diterimanya saat ini, Ari Ashkara tidak seharusnya menyelundupkan motor Harley-Davidson di pesawat Garuda Indonesia baru jenis Airbus A300-900 NEO.
 
"Terima kasih Pak Erick Thohir, gaji dirut Garuda harusnya cukup kok buat beli Harley," kata Asosiasi Awak Kabin Indonesia melalui karangan bunga yang disampaikan di Lobi Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ari Ashkara yang dilaporkan pada 28 Maret 2019 harta kekayaan orang nomor satu Garuda Indonesia itu mencapai Rp37,56 miliar.
 
Harta tersebut terdiri dari harta tanah dan bangunan senilai Rp23,27 miliar, harta berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp1,37 miliar, dan harta bergerak lainnya sebesar Rp95 juta.
 
Kemudian kas dan setara kas sebesar Rp10,44 miliar, serta harta lain-lainnya sebesar Rp37,56 miliar.

Rekam Jejak Ari Ashkara

Ari Ashkara telah menjabat sebagai direktur utama Garuda Indonesia selama 1,5 tahun. Ia menggantikan Pahala N Mansury yang ditugaskan eks Menteri BUMN Rini Soemarno menjadi direktur keuangan PT Pertamina (Persero) pada 2018 lalu.
 
Sebelum menjabat sebagai direktur utama Garuda Indonesia, nama Ari tak asing dilingkup BUMN. Pada 2014 ia pernah menjabat sebagai direktur keuangan PT Pelindo III.
 
Kemudian tujuh bulan kemudian dia diangkat menjadi direktur keuangan Garuda Indonesia. Lalu pada 2016, ia juga sempat ditugaskan menjadi direktur human capital dan pengembangan sistem Wijaya Karya.
 
Selama menjabat sebagai direktur utama Garuda kerap kali bermasalah. Garuda Indonesia bermasalah laporan keuangan. Garuda memoles laporan keuangan sehingga membuatnya membukukan laba USD5 juta tapi dimasalahkan oleh dua komisarisnya.
 
Garuda juga tersandung masalah kerja sama dengan maskapai Sriwijaya Air. Kerja sama keduanya retak dan akhir memutuskan lepas dengan Garuda pada awal November lalu.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif