NEWSTICKER
Empat Produsen Pupuk Indonesia Sokong Industri Hijau. Foto: MI/Safir Makki.
Empat Produsen Pupuk Indonesia Sokong Industri Hijau. Foto: MI/Safir Makki.

Empat Produsen Pupuk Indonesia Sokong Industri Hijau

Ekonomi pupuk
Husen Miftahudin • 18 Desember 2019 19:09
Jakarta: Sebanyak empat produsen pupuk yang tergabung dalam Pupuk Indonesia Grup meraih penghargaan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tahun ini. Keempat produsen tersebut dinilai telah optimal dalam penggunaan sumber daya material, energi dan air, serta teknologi yang ramah lingkungan.
 
Penghargaan diberikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang mendapatkan sertifikat Industri Hijau Level 5; PT Pupuk Kalimantan Timur meraih Sertifikat Standar Industri Hijau dan Penghargaan Rintisan Teknologi (Rintek), serta penghargaan Industri Hijau; PT Pupuk Kujang mendapatkansertifikat Industri Hijau; dan PT Petrokimia Gresik yang meraih sertifikat Industri Hijau.
 
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan pembaruan sertifikat Standar Industri Hijau sebagai ajang promosi penerapan industri hijau yang diharap dapat menjadi contoh bagi seluruh pelaku industri tanah air. Sedangkan penghargaan Rintek merupakan apresiasi tertinggi pemerintah kepada perusahaan yang dinilai telah menghasilkan perekayasaan, invensi, dan atau inovasi teknologi yang berhasil diproduksi dan dikomersilkan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penghargaan ini diharap memotivasi perusahaan maupun lembaga research and development dan inventor untuk terus melakukan upaya pengembangan atau perekayasaan teknologi, sehingga ketergantungan Indonesia pada impor barang baik modal hingga mesin dan peralatan dapat diminimalkan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 Desember 2019.
 
Penerapan prinsip Industri Hijau bertujuan untuk mendorong industri agar konsisten mendukung proses peningkatan kemampuan teknologi industri nasional secara berkelanjutan dan mengembangkan daya saing industri dengan memanfaatkan pengembangan riset dan teknologi.
 
Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana mengungkapkan, prinsip Industri Hijau ini telah diterapkan dalam proses bisnis perusahaan. Penghargaan ini diharapkan mampu mendorong perusahaan untuk terus konsisten dalam menjalankan bisnis dengan prinsip berkelanjutan demi peningkatan daya saing industri.
 
"Sebagai perusahaan yang melibatkan proses kimia, Pupuk Indonesia terus mengedepankan kelestarian lingkungan. Untuk itu, kami mengedepankan kebijakan dan strategi yang mendukung keberlanjutan melalui pengendalian emisi, penghematan energi, perlindungan keanekaragaman hayati, dan efisiensi sumber daya alam," jelas Wijaya.
 
Dalam melakukan kegiatan bisnisnya, Pupuk Indonesia Grup memastikan telah melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) atau Upaya Pemantauan dan Pengelolaan Lingkungan (UKL-UPL). Hal ini dilakukan untuk memperkirakan dampak terhadap lingkungan dalam setiap perencanaan proyek sehingga keputusan yang diambil sesuai dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
 

 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif