Menteri Sosial Agus Gumiwang. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Menteri Sosial Agus Gumiwang. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Mensos Janji Serap Beras Bulog untuk Program BPNT

Ekonomi bulog kementerian sosial
Suci Sedya Utami • 02 Juli 2019 12:35
Jakarta: Menteri Sosial Agus Gumiwang menjanjikan akan mengoptimalkan penyerapan beras dari gudang Perum Bulog untuk kepentingan program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
 
Selepas rapat koordinasi penyaluran beras yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Agus menjelaskan pemerintah memiliki kepentingan agar beras yang ada di gudang Bulog bisa disalurkan ke masyarakat. Pemerintah tentu menginginkan agar penyerapan beras Bulog lebih maksimal untuk program-program sosial.
 
Agus mengatakan saat ini pemerintah masih merumuskan secara detail terkait teknis penyerapan tersebut. Pemerintah pusat akan mengundang kepala dinas sosial seluruh Indonesia dan juga kepala divisi di Bulog untuk membahas hal tersebut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Intinya kita ada kepentingan yang sama untuk menyalurkan beras Bulog," kata Agus di Kemenko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa, 2 Juli 2019.
 
Terkait dengan kualitas beras Bulog, Agus percaya bahwa stok yang ada di gudang masih baik dan bisa digunakan. Sebab, sebelumnya kualitas beras Bulog dianggap buruk sehingga masyarakat lebih memilih beras non-Bulog yang bisa dibeli dari saldo yang ada di dalam kartu BPNT. Dalam kartu BPNT terdapat saldo sebesar Rp110 ribu per bulan untuk setiap keluarga peneriman manfaat (KPM). Bantuan tersebut bisa dibelikan beras dan telur.
 
"Saya percaya Bulog kualitasnya akan baik, saya enggak ada keraguan sama sekali. Kemampuan Bulog untuk mensuplai beras yang baik dan berkualitas," jelas dia.
 
Dalam kesempatan yang sama Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar mengatakan beras Bulog yang akan diserap salah satunya untuk program BPNT di semester dua sebanyak 700 ribu ton.
 
"Tadi di rapat pengembangan sama ini BPNT hampir 700 ribuan ton dari Juli sampai Desember," jelas Bachtiar.
 
Ombudsman RI menyebut Perum Bulog berpotensi bangkrut terimbas kebijakan BPNT.
 
"Ombudsman khawatir dengan peran Perum Bulog. Kenapa, karena sejak ada BPNT, bisa-bisa kalau tidak ada perubahan kebijakan Perum Bulog akan bangkrut dan suatu saat bisa ditiadakan dalam peran mereka. Ombudsman sudah melihat gejala tadi," kata Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih bulan lalu.
 
Dalam pandangan Ombudsman, Bulog merupakan perusahaan yang diadakan sebagai stabilisator harga beras. Namun, stok mereka saat ini cukup banyak karena masyarakat menggunakan BPNT untuk membeli bahan kebutuhan pokok tanpa lewat Bulog.
 
"Dengan program BPNT masyarakat diberi kupon untuk beli langsung dari pasar, sehingga stok pengadaan Bulog, baik impor dan dari domestik bertahan gudang terlalu lama dan berpotensi busuk," kata dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif