Wapres JK. M/Irfan.
Wapres JK. M/Irfan.

Cerita Kalla, Lebih Enak Jadi Politikus atau Pengusaha?

Ekonomi jusuf kalla
Nia Deviyana • 31 Januari 2019 19:51
Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat menjadi politikus maupun pengusaha sama-sama menyenangkan, tergantung dari mana sudut pandang melihatnya.
 
"Kalau dari segi kebebasan, tentu menikmati jadi pengusaha. Kalau politisi ada banyak etika dan aturan. Seperti sekarang, kalau mau pergi diikuti," ujarnya saat berbincang dengan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Rosan Roslani di Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.
 
Namun, bukan berarti jadi politikus tidak enak. Menurutnya, ada banyak hak istimewa yang ia dapatkan selama menjadi elite politik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lima tahun terakhir tidak macet. Kemudian ada peraturan baru sampai pensiun wapres tetap dikawal. Jadi kalau orang tanya Jakarta macet, di mana ya macetnya?" kata JK, sambil terkekeh.
 
JK menolak jika disebut selalu sukses dalam berbisnis. Sama seperti pengusaha lainnya, pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Palang Merah Indonesia ini juga pernah mengalami jatuh bangun dalam memulai usaha.
 
Begitu juga kariernya di dunia politik yang ia rintis setelah lebih dari 30 tahun menjadi pengusaha, dibangunnya secara bertahap.
 
"Semua bertahap. Begitu tamat sekolah bapak saya mengangkat saya jadi manajer di perusahaan keluarga. Dari manajer ke direktur. Dari direktur naik jadi direktur utama. Setelah 35 tahun saya berhenti dengan jabatan komisaris, kemudian masuk politik," kata pria 76 tahun ini.
 
Di kancah politik, Kalla yang menjabat selama dua periode ini sebagai wapres ini mengawali karier sebagai Menteri Perdagangan di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid.
 
Dirinya kembali diangkat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat di bawah pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri. Namun, mengundurkan diri untuk maju sebagai calon wakil presiden, mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono pada pemilu 2009. Selain itu, JK juga pernah menjabat sebagai ketua umum partai Golongan Karya menggantikan Akbar Tanjung untuk periode 2004-2009.
 
Pada kesempatan yang sama, JK berpesan kepada anak muda untuk fokus pada satu bidang. Dia bilang, akan berbahaya jika memutuskan menjadi pengusaha sekaligus politikus karena sarat kepentingan.
 
"Karena tidak mungkin fokus dua-duanya. Seperti fokus jadi pengusaha, sambilan di DPR. Nanti datang ke DPR ada rapat paripurna, itu menjadi tidak efektif," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif