Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Medcom/Suci.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Medcom/Suci.

Menteri Rini Pecut BUMN Melompat Lebih Jauh

Ekonomi bumn
Suci Sedya Utami • 28 Februari 2019 20:15
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengumpulkan para direksi dan komisaris perusahaan pelat merah dalam agenda rapat koordinasi 2019.
 
Rini mengatakan dirinya ingin memberikan gambaran mengenai pencapaian selama empat tahun terakhir di masa pemerintahan presiden dan wakil presiden Jokowi-JK. RIni juga memberikan arahan bagi perusahaan negara untuk masa mendatang.
 
"Saya menekankan kita mencapai cukup banyak, tapi tujuan pertemuan ini bukan kemudian kita berbesar hati atau berbangga,. Tapi bagaimana ini melecut kita untuk bisa melompat lebih jauh lagi," kata Rini di JCC, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 28 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rini menjelaskan kompetisi di masa mendatang akan semakin berat. Oleh karenanya dia menekankan pentingnya meningkatkan sinergi antar sesama BUMN. Ia bilang holdingnisasi menjadi sebuah keharusan untuk menghadapi persaingan ke depan.
 
Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan ini mengatakan holdingnisasi bisa menciptakan efisiensi serta penguatan keuangan bagi perusahaan. Misalnya terkait holdingnisasi karya yang diyakini bisa meyakini sektor infrastruktur Indonesia.
 
Rini mengatakan dalam waktu empat tahun terakhir konektivitas makin membaik sejalan dengan dibangunnya berbagai infrastruktur fisik seperti jalan tol, jalur kereta api, perluasan bandara, pelabuhan dan sebagainya.
 
Namun demikian, dia bilang masih banyak yang harus diperbaiki ke depannya agar bisa berkompetisi. Oleh karenanya Rini menekankan BUMN harus menyiapkan diri untuk menyongsong persaingan tersebut.
 
"Ini bisa tercapai kalau infrastruktur semuanya tersiapkan, tidak ada investor mau masuk ke Indonesia, mau membawa modalnya, memberikan teknologinya kalau listriknya enggak siap, jalannya enggak jelas, pelabuhannya tidak siap. Nah ini semua kita siapkan," jelas Rini.
 
Dividen BUMN
 
Pemerintah menargetkan pembagian dividen dari laba yang didapatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebanyak Rp45,6 triliun. Setoran dividen tersebut berasal dari BUMN yang berada di bawah Kementerian BUMN dan BUMN yang di berada bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
 
"Di mana Rp44,7 triliun berasal dari BUMN di bawah pembinaan Kementerian BUMN, Rp850 miliar dividen BUMN di bawah pembinaan Kementerian Keuangan," kata Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 19 September 2018 lalu.
 
Mayoritas dividen yang didapat berasal dari BUMN yang sudah tercatat sebagai perusahaan terbuka. Jumlahnya mencapai Rp29,03 triliun dari total dividen yang didapatkan negara.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif