Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Bos United Tractors Beri Sinyal Akuisisi Tambang Emas

Ekonomi harga emas emas united tractors
Annisa ayu artanti • 17 April 2019 08:31
Jakarta: Bos PT United Tractors Tbk (UNTR) yang baru Franciscus Kesuma memberi sinyal akan mengakuisisi tambang mineral dan tambang batu bara tahun ini. Upaya akuisisi dilakukan untuk menggenjot kinerja perusahaan di saat harga batu bara rendah.
 
Fransiscus menjelaskan fokus perusahaan tahun ini adalah memproduksi batu bara cooking coal dan emas. Tak hanya mengakuisisi tambang yang sudah matang, perusahaan pun membuka kemungkinan untuk mengakuisisi tambang yang masih green field. Saat ini, beberapa tambang tengah dalam proses penjajakan dan uji tuntas (due diligence).
 
"Kami terbuka untuk akuisisi tambang yang sudah jadi dan kalau ada potensi green field terutama yang masih di sekitar cluster Asmin dan sekitarnya. Itu akan jadi prioritas cooking dan thermal," kata Fransiscus, di Kantor United Tractors, Jakarta, Selasa, 16 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Franciscus membeberkan, anak usaha PT Astra Internasional Tbk (ASII) melirik tambang mineral terutama emas lantaran tren penjualan alat berat yang menjadi bisnis utama perusahaan mengalami penurunan.
 
Penjualan alat berat diprediksi turun menjadi 4.100 unit dari posisi penjualan tahun lalu sebanyak 4.879 unit. Penjualan alat berat perseroan lesu karena rendahnya harga jual batu bara terutama untuk batu bara kalori rendah.
 
Meski sudah ada ancar-ancar mengakuisisi tambang tahun ini, Direktur United Tractors Iwan Hadiantoro mengatakan, tidak mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) khusus. Tahun ini anggaran belanja modal United Tractors sekitar USD700 juta sampai USD800 juta.
 
Seperti diketahui, bisnis United Tractors terus tumbuh. United Tractors tahun lalu melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 50 persen menjadi Rp11,1 triliun. Peningkatan ini didukung oleh kinerja bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan pertambangan, yang seluruhnya diuntungkan oleh harga batu bara yang lebih tinggi dibandingkan dengan di 2017.
 
Di sisi lain, United Tractors Tbk membagikan dividen sebesar Rp4,45 triliun. Pembagian dividen ini meningkat 40,54 persen dari laba bersih Rp11,12 triliun periode 2018. Keputusan pembagian dividen dibacakan usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kinerja keuangan 2018. Dengan kondisi itu, per saham yang dibagikan senilai Rp1.193 per lembar.
 
Adapun jumlah dividen itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp365 atau total Rp1,36 triliun yang telah dibayarkan pada 22 Oktober 2018. Sisanya Rp828 per saham atau dengan total Rp3,08 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 30 April 2019.
 
Pada 2018, United Tractors melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 50 persen menjadi Rp11,1 triliun. Peningkatan laba terjadi karena peningkatan kinerja bisnis mesin konstruksi, kontraktor penambangan, dan pertambangan, yang seluruhnya diuntungkan oleh harga batu bara yang lebih tinggi dibandingkan dengan 2017.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif