Illustrasi. MI/Gervin Purba.
Illustrasi. MI/Gervin Purba.

Cari Alternatif Pendanaan, Pegadaian Belum Mau IPO

Ekonomi pegadaian
Nia Deviyana • 25 Maret 2019 16:02
Jakarta: PT Pegadaian (Persero) menunda melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tahun ini. Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto menuturkan pihaknya masih melihat kondisi perekonomian makro. 
 
"IPO ada dalam rencana kami tapi belum tahun ini. Kami mau melihat kondisi perekonomian makro seperti apa," ujarnya di sela laporan kinerja Keuangan Pegadaian 2018 di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
 
Selain IPO, Pegadaian juga melihat adanya peluang menerbitkan obligasi untuk menambah modal. Namun kebijakan ini belum menjadi prioritas utama karena Pegadaian memiliki beberapa opsi yang lebih menarik untuk sumber pembiayaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk menerbitkan obligasi peluangnya ada, apalagi rating Pefindo kita AAA, jadi kalau menerbitkan obligasi kuponnya pasti banyak. Tapi kita punya sumber-sumber pendanaan yang lebih menarik, seperti pinjaman bank yang naik terus seiring naiknya outstanding kita sehingga kita mau prioritaskan itu dulu," paparnya.
 
Pegadaian berhasil menunjukkan kinerja positif pada 2018 di mana laba bersih tercatat sebesar Rp2,77 triliun atau meningkat sebesar 10,4 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp2,51 triliun. Sementara, laba sebelum pajak tercatat Rp3,66 triliun atau tumbuh 10,7 persen dibandingkan 2017 sebesar 3,41 triliun.
 
Kinerja positif Pegadaian juga ditunjukkan oleh peningkatan aset sebesar 10, 8 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy), dari Rp48,68 triliun menjadi Rp52,79 triliun. Begitu juga dengan pendapatan usaha yang naik sebesar Rp11,46 triliun dari 10,52 triliun pada 2017.
 
Adapun Return of Assets (RoA) berada pada level 5,3 persen, di atas rata-rata industri yang sebesar 4,4 persen. Sedangkan Return of Equity berada di level 14 persen atau di atas rata-rata saham. "Jadi ibaratnya kalau Anda mau investasi, saham pegadaian ini sangat bagus," tuturnya.
 
Ke depan, Kuswiyoto mengatakan kinerja gadai tetap diutamakan sebagai core business, namun proporsi bisnis non gadai akan semakin ditingkatkan secara progresif. 
 
"Komposisi portofolio akan berubah dari sebelumnya kinerja bisnis gadai sebesar 84 persen dan non gadai 16 persen, secara bertahap menjadi 60 persen dan 40 persen," pungkasnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif