Rangkaian Teror Bisa Pengaruhi Kunjungan Turis Asing
Ilustrasi wisman. Foto: Antara/Noveradika.
Jakarta: Pemerintah diminta mewaspadai dampak dari serangkaian teror yang terjadi akhir-akhir ini. Meski tak banyak berpengaruh kepada perekonomian, namun bisa berdampak pada kinerja pariwisata nasional.
 
"Yang mesti diwaspadai kinerja industri pariwisata nasional bisa terkoreksi. Target-target mungkin berat tercapai," kata Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulisnya, Rabu 16 Mei 2016.
 
Rizal mengatakan, industri pariwisata sangat sensitif terhadap masalah keamanan. Apalagi Surabaya dekat dengan destinasi pariwisata nasional seperti Bali, Lombok serta Banyuwangi. "Bukan hanya karena Surabaya kota terbesar kedua, tapi juga dekat dengan destinasi pariwisata andalan kita," ucap dia.
 
Rizal mengatakan, masyarakat sudah tidak terpengaruh lagi dengan isu-isu kegiatan terorisme. Sehingga aktivitas ekonomi akan berjalan seperti biasa. "Fundamental ekonomi kita sudah sangat kuat," ucap dia.

Baca: Kunjungan Turis Asing Sepanjang 2017 tak Capai Target 

Hanya saja yang mesti diantisipasi sektor pariwisata, sebab di luar negeri muncul persepsi rendahnya rasa aman di Indonesia. Sementara waktu wisatawan mancanegara dapat saja melakukan penangguhan kunjungan ke Indonesia. "Ini yang harus kita waspadai dan antisipasi," ucap dia.

Rizal mengungkapkan, , pemerintah menargetkan kunjungan turis asing sebanyak 17 juta orang. Sebanyak 6 juta ditargetkan di Bali. Sebanyak 18 destinasi wisata andalan yang tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Palembang), Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta, Solo, Surabaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi), Kalimantan (Balikpapan), Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok), Sulawesi ( Makassar/Wakatobi dan Manado), dan Papua Barat (Raja Ampat).
 
Rizal mengatakan, sektor pariwisata sangat strategis dan berpotensi menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019.
 
Pariwisata akan menggusur sektor migas yang sumbangannya terus menurun dan CPO. Pada 2019, pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan asing dengan devisa sekitar Rp 280 triliun. Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata mencapai 12,6 juta orang dan indeks daya saing pariwisata Indonesia bakal berada di peringkat 30 dunia.





(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id