Proyek NPK 2,4 Juta, Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Fusion Pusri

Annisa ayu artanti 11 Mei 2018 15:29 WIB
pupuk indonesia
Proyek NPK 2,4 Juta, Pupuk Indonesia <i>Groundbreaking</i> Pabrik Fusion Pusri
Pupuk Indonesia Groundbreaking Pabrik Fusion Pusri. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Palembang: PT Pupuk Indonesia (Persero), melalui anak usahanya PT Pusri Palembang melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) salah satu pabrik pupuk NPK (Nitrogen Phospor dan Kalium), di Palembang dengan kapasitas 2x100 ribu ton.

Peletakan batu pertama ini disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan Pupuk Indonesia berencana membangun pabrik-pabrik pupuk NPK mulai dari 2018 hingga 2025 dengan total kapasitas sebesar 2,4 juta ton. Pabrik NPK Fusion Pusri adalah pabrik pertama dalam proyek ini.

"Proyek NPK 2,4 juta ton nantinya akan menambah produkai NPK Pupuk Indonesia saat ini 3,1 juta menjadi 5,5 juta. Proyek NPK 2,4 juta ton akan dimulai tahun ini diawali dengan proyek NPK Fusion ini," kata Aas di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, 11 Mei 2018.

Aas menjelaskan pabrik pupuk NPK Fusion Pusri memiliki kapasitas produksi 2x100 ribu ton per tahun. Pupuk Indonesia bekerja sama dengan PT Wijaya Karya Tbk sebagai kontraktor pembangunan pabrik tersebut.

Sementara untuk total investasi, Aas menyebutkan investasi yang dikeluarkan mencapai Rp521 miliar. Ia pun menargetkan pabrik akan beroperasi pada 2019.

Menteri Rini menambahkan pupuk majemuk seperti pupuk NPK memang sangat diperlukan untuk kebutuhan unsur hara untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Namun sayangnya, produksi pupuk NPK belum banyak. Saat ini hanya 3,1 juta ton. Oleh karena itu produksi dalam negeri harus ditingkatkan.

"NPK dibutuhkan. Untuk industri pangan karena untuk meningkatkan produktivitas. NPK itu meningkatkan hasil, kalau kita bicara padi hasil bulir-bulirnya, kalau bicara buah ya buahnya makin banyak. Ini kita tambah terus," jelas Rini.

Sedangkan Airlangga mengatakan bahwa dirinya mengetahui pasar NPK domestik masih sangat besar. Namun belum terpenuhi dari produksi dalam negeri. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi atas peresmian pencanangan proyek pabrik NPK di wilayah Pusri Palembang.

"Saya mengapresiasi bahwa dalam kesempatan kegiatan hari ini, sekaligus akan diresmikan pencanangan proyek pabrik NPK 2,4 juta ton, groundbreaking pembangunan proyek NPK Fusion PUSRI," tutup Airlangga.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id