Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro - - Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami

Kurangi Kemiskinan, BUMN Dipacu Tingkatkan Investasi

Ekonomi bumn bappenas
Suci Sedya Utami • 13 Maret 2019 17:15
Jakarta: Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyatakan pemerintah memberikan ruang sebesar-besarnya bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Partisipasi tersebut khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan pengurangan tingkat pengangguran.
 
Bambang berharap BUMN terus meningkatkan investasi. Sebab menurut mantan Menteri Keuangan ini investasi bisa menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus memperkecil angka kemiskinan.
 
"Kita harapkan BUMN terus melakukan investasi, itu membantu menciptakan lapangan pekerjaan," kata Bambang dalam seminar bertajuk prospek BUMN di tahun politik di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu, 13 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bambang menuturkan tahun lalu jumlah pengangguran turun 39 ribu orang sehingga angka tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,34 persen. Angka ini diharapkan turun kembali di 2019 menjadi 5,20 persen dengan perkiraan lapangan kerja sebesar 2,6 juta sampai 2,9 juta serta asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3 persen.
 
Dengan adanya lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja maka akan menciptakan tambahan pendapatan dan menurunkan pengangguran. Tahun lalu tingkat kemiskinan berada pada angka 9,6 persen, artinya masih ada 26 juta penduduk miskin di Tanah Air. Tahun ini pengangguran diharapkan menurun dan berada pada kisaran 8,5-9,5 persen.
 
"Ini pekerjaan besar, namun dengan investasi dan kiprah BUMN saya yakin bisa mengurangi kemiskinan. Saya yakin BUMN sebagai agen yang bisa membantu mengurangi ketimpangan," tutur dia.
 
Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis UI ini menyebutkan, investasi BUMN melalui belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini ditargetkan meningkat 36 persen menjadi Rp764 triliun dari target tahun sebelumnya Rp563 triliun.
 
Mayoritas belanja modal BUMN memang difokuskan pada proyek infrastruktur yakni, sekitar 55 persen. Dengan lebih cepat merealisasikan belanja modal, BUMN membantu pemerintah dalam mengakselerasi proyek-proyek infrastruktur strategis yang juga banyak menciptakan lapangan kerja.
 
Namun, lanjut Bambang investasi BUMN tidak harus berasal dari BUMN itu sendiri tapi juga dari kerja sama dengan swasta. Dalam pendanaan di sektor infrastruktur kerjasama tersebut bisa dilakukan pemerintah dan badan usaha (KPBU). Dia bilang KPBU adalah cara untuk memperkuat BUMN tapi sekaligus mengajak swasta untuk berinvestasi.
 
"Saya ingin BUMN ke depan adalah BUMN yang pede yang selalu berani untuk bersaing dengan skema KPBU. BUMN kalau cari partner paling gampang, karena pasti partner yang bonafit nyarinya BUMN dulu. BUMN dari sisi reputasi paling kuat sudah punya pengalaman di Indonesia," jelas dia.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif