Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Angga Yuniar)

Bank Mandiri Beri Keringanan Tagihan Kredit bagi Korban Tsunami

Ekonomi bank mandiri Tsunami di Selat Sunda
Husen Miftahudin • 24 Desember 2018 14:11
Jakarta: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berkomitmen untuk memberikan keringanan bagi korban tsunami Selat Sunda. Penagihan kredit kepada nasabah yang menjadi korban tidak akan dilakukan selama situasinya tidak memungkinkan.
 
"Kepada nasabah terdampak kita akan memberikan kebijakan seperti reschedule (penundaan penagihan kredit)," ungkap Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 24 Desember 2018.
 
Namun demikian, Rohan masih belum mau membeberkan lebih detail terkait nilai dan jumlah debitur yang terdampak bencana tsunami. Saat ini, korporasi sedang menghitung jumlah nasabah Bank Mandiri yang terdampak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terlalu dini untuk menyebut jumlah nasabah, karena belum dilakukan inventarisasi," jelas Rohan singkat.
 
Keringanan kredit yang diberikan perbankan kepada korban bencana sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2017 tentang Perlakuan Khusus terhadap Kredit atau Pembiayaan Bank bagi Daerah Tertentu di Indonesia yang Terkena Bencana Alam.
 
Bentuk keringanan tersebut bisa berupa penundaan penagihan kredit hinga dihapuskannya keterlambatan denda. Debitur atau nasabah yang menjadi korban bencana pun berhak meminta restrukturisasi kredit dengan batas waktu sesuai kesepakatan dengan pihak bank.
 
Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu malam, 22 Agustus 2018, meluluhlantakkan lima kabupaten/kota yang ada di wilayah Banten dan Lampung. Dua kabupaten di Banten yang terdampak tsunami yaitu Pandeglang dan Serang. Sementara di Lampung dampak tsunami dirasakan di Lampung Selatan, Tanggamus, dan Pesawaran.
 
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin, 24 Agustus 2018, pukul 07.00 WIB, jumlah korban tewas akibat bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda bertambah menjadi 281 orang. Sementara 1.061 orang terluka, 57 orang masih dicari, dan 11.687 penduduk mengungsi.
 
"Kemungkinan data korban dan kerusakan bertambah. Pendataan masih terus dilakukan oleh petugas," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif