Illustrasi. MI/Susanto.
Illustrasi. MI/Susanto.

Posisi Investasi Internasional Indonesia Relatif Stabil

Ekonomi investasi ekonomi indonesia
Fetry Wuryasti • 27 Desember 2018 20:37
Jakarta: Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia pada triwulan III-2018 relatif stabil. PII Indonesia pada akhir triwulan III-2018 mencatat neto kewajiban sebesar USD297 miliar atau 28,5 persen terhadap PDB, relatif sama dengan posisi neto kewajiban pada akhir triwulan sebelumnya.
 
Perkembangan tersebut sejalan dengan peningkatan posisi kewajiban finansial luar negeri (KFLN) yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan posisi aset finansial luar negeri (AFLN).
 
Posisi KFLN Indonesia meningkat sejalan dengan masuknya aliran modal asing. Pada akhir triwulan III 2018, posisi KFLN naik USD1,6 miliar atau 0,3 persen (quarter to quarter/qtq) menjadi USD633,6 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peningkatan posisi KFLN tersebut didorong oleh masuknya aliran modal asing, terutama dalam bentuk investasi langsung dan investasi lainnya. Perkembangan ini merupakan cerminan optimisme terhadap kinerja ekonomi domestik.
 
Peningkatan posisi KFLN lebih lanjut tertahan oleh faktor penguatan dolar AS terhadap rupiah yang berdampak pada penurunan nilai instrumen investasi berdenominasi rupiah.
 
Posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) Indonesia meningkat terutama didorong oleh transaksi perolehan AFLN dalam bentuk investasi lainnya.
 
Posisi AFLN pada akhir triwulan III-2018 naik 0,5 persen (qtq) atau USD1,5 miliar menjadi USD336,6 miliar. Selain investasi lainnya, peningkatan posisi AFLN juga ditopang oleh transaksi perolehan aset investasi langsung dan investasi portofolio.
 
"Bank Indonesia memandang perkembangan PII Indonesia pada triwulan III-2018 masih tetap sehat," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Agusman, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Hal ini tercermin dari rasio neto kewajiban PII Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang relatif stabil di kisaran rerata negara peers sekitar 29 persen.
 
"Di samping itu, struktur neto kewajiban PII Indonesia juga didominasi instrumen berjangka panjang," jelas dia.
 
Meski demikian, Bank Indonesia akan tetap mewaspadai risiko neto kewajiban PII terhadap perekonomian. Ke depan, mereka meyakini kinerja PII Indonesia akan semakin baik sejalan dengan terjaganya stabilitas perekonomian dan berlanjutnya pemulihan ekonomi Indonesia didukung oleh konsistensi dan sinergi bauran kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan reformasi struktural.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif