Grab Motor. MI/ADAM DWI.
Grab Motor. MI/ADAM DWI.

Grab Siap Terapkan Aturan Tarif Baru

Ekonomi transportasi berbasis aplikasi
Desi Angriani • 09 Mei 2019 21:04
Jakarta: PT Grab Indonesia siap melanjutkan penerapan tarif baru secara bertahap ke berbagai kota besar lainnya di Indonesia. Hal ini menyusul kenaikan pendapatan dari mitra pengemudi sebesar 20 sampai 30 persen selama masa uji coba.
 
Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan respons positif dari mitra pengemudi atas kenaikan pendapatan tak membuat jumlah orderan turun signifikan. Jumlah orderan yang diterima mitra driver masih dalam rentang stabil.
 
"Setelah melaksanakan uji coba tarif baru sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. KP 348 Tahun 2019 di lima kota besar, Grab siap melanjutkan penerapan tarif baru secara bertahap ke berbagai wilayah lainnya," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 9 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari sisi penumpang, Ridzki mengakui terdapat beberapa keluhan. Namun Grab mengatasi hal tersebut dengan memberikan beragam paket berlangganan dan promosi yang ekonomis agar masyarakat mulai terbiasa dengan tarif baru.
 
"Program-program ini tentunya tidak mengurangi pendapatan mitra pengemudi karena mitra pengemudi tetap mendapatkan nilai tarif penuh yang langsung dibayarkan kepada mereka sedangkan para penumpang akan terbantu untuk menyesuaikan dengan tarif yang baru,” ujar Ridzki.
 
Oleh karena itu, Grab siap melanjutkan uji coba tersebut karena memberikan dampak positif terhadap industri. Di samping itu, perusahan ojek online asal Jiran ini juga terus memonitor pelaksanaan penerapan tarif serta dampaknya terhadap total pendapatan mitra pengemudi.
 
"Kami juga berharap seluruh pemangku kepentingan dan perusahaan transportasi online dapat tetap menghormati dan melaksanakan tarif baru ini. Selain itu, langkah-langkah penyesuaian akan dilakukan, apabila ada ketidaksesuaian dalam pelaksanaan peraturan," pungkas dia.
 
Adapun tarif baru ojek online sudah diberlakukan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di lima kota besar mulai 1 Mei 2019. Lima kota yang mewakili 3 zona itu adalah Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.
 
Tarif baru ojek online diberlakukan berdasar dua regulasi baru yang diterbitkan Kemenhub. Pertama, Permenhub Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.
 
Sementara regulasi kedua adalah Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 348 Tahun 2019 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif