Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.

Simplifikasi Ekspor Hemat Biaya hingga Rp314,4 Miliar/Tahun

Ekonomi ekspor-impor
Eko Nordiansyah • 12 Februari 2019 20:21
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan penerapan simplifikasi ekspor kendaran bermotor dalam bentuk jadi atau Completely Built Up (CBU) bisa menghemat biaya yang dikeluarkan oleh eksportir. Penghematannya bisa mencapai Rp314,4 miliar per tahunnya.
 
Menurut dia, lima perusahaan eksportir mobil terbesar telah menghitung biaya ekspor yang bisa dihemat. Sri Mulyani mengatakan, jika efisiensi didapatkan oleh perusahaan tadi maka akan terjadi kenaikan keuntungan yang pada akhirnya penerimaan pajak dari perusahaannya juga akan lebih besar lagi.
 
"Lima perusahaan eksportir mobil terbesar total cost efficiency Rp314,4 miliar per tahun. Keuntungan naik, pajak saya naik semoga," kata Sri Mulyani di Indonesia Kendaraan Terminal, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 12 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya merinci dalam setiap ekspor saja ada penghematan biaya sebesar Rp600 ribu per unit. Biaya yang dikeluarkan untuk mengantar dari pabrik ke pelabuhan juga bisa dihemat hingga Rp150 ribu sehingga totalnya perusahaan hemat Rp750 ribu dari simplifikasi aturan ini.
 
"Estimasi per unit mobil akan mendapatkan penurunan sebesar Rp600 ribu per unit. Kalau mau dikalikan saja 290 atau 300 mobil sekali ekspor, segitu penghematannya. Belum lagi biaya truknya hemat Rp150 ribu per mobil yang diangkut. Total hematnya Rp750 ribu," jelas dia.
 
Dalam Peratutan Direktur Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Nomor PER-01/BC/2019 tentang Tata Laksana Ekspor Kendaraan Bermotor dalam Bentuk Jadi, pemerintah mempermudah ekspor kendaraan bermotor dalam keadaan jadi.
 
Dalam aturan baru tersebut, pemerintah berupaya mendorong percepatan proses ekspor dengan memberikan tiga kemudahan. Pertama, ekspor kendaraan bennotor CBU dapat dimasukkan ke Kawasan Pabean tempat pemuatan sebelum pengajuan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
 
Kedua, pemasukan ke Kawasan Pabean tidak memerlukan Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Terakhir, pembetulan jumlah dan jenis barang paling lambat dilakukan tiga hari sejak tanggal keberangkatan kapal.
 


 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi