Pariwisata Ditargetkan Jadi Penyumbang Utama Devisa Indonesia

Hendrik Simorangkir 03 Desember 2018 21:34 WIB
pariwisata
Pariwisata Ditargetkan Jadi Penyumbang Utama Devisa Indonesia
Menteri Pariwisata Arief Yahya (tengah) menghadiri acara Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK) 2018 di Novotel, Kota Tangerang, Banten. Medcom.id/Hendrik Simorangkir
Tangerang: Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan sektor pariwisata Indonesia menjadi penyumbang utama devisa pada tahun 2019. Arief berharap bisa merangkul 20 juta wisatawan dan pemasukan sebesar USD 20 miliar.

Pendapatan dari kunjungan wisatawan asing ke Indonesia diproyeksikan mencapai USD 17 miliar. Tidak tertutup kemungkinan pendapatan 2019 dapat mencapai target.

"Tahun depan pariwisata diproyeksikan menjadi nomor satu penyumbang devisa negara," ujar Arief Yahya, di Kota Tangerang, Senin, 3 Desember 2018.

Angka tersebut mengalahkan pemasukan devisa dari sektor minyak sawit sebesar USD 16 miliar. Devisa dari pariwisata bahkan mengalahkan sektor migas dan pertambangan batu bara.

Arief menjelaskan, 10 daerah dipromosikan menjadi daerah tujuan wisata baru. Di antaranya, Danau Toba (Sumatera Utara), Candi Borobudur (Jateng), Mandalika (NTB) serta beberapa wilayah lainnya.

"Kami terus berkordinasi dengan tiap wilayah di Indonesia untuk terus menggairahkan potensi wisata. Meski itu bentuknya event, tapi bisa dilaksanakan tiap minggu, agar gaungnya semakin terdengar di dunia Internasional," jelas Arief.

Misalnya, Arief mendorong untuk Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah memasukkan Festival Cisadane bagian dari 100 Festival Indonesia. Dia juga mengarahkan Festival Al Adzom sebagai destinasi wisata Halal.


 



(SUR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id