Hilirisasi Industri, Pemerintah juga Harus Perhatikan Sektor Hulu

Nia Deviyana 05 Desember 2018 19:34 WIB
Hilirisasi Industri
Hilirisasi Industri, Pemerintah juga Harus Perhatikan Sektor Hulu
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Jakarta: Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menilai pentingnya memperhatikan industri hulu mengingat Indonesia banyak mengimpor bahan baku.

"Kita 70 persen impor bahan baku. Mau sampai berapa tahun kita begini terus? Saya melihat pengembangan industri bahan baku kita masih sangat minim, petrochemical misalnya, ini kan bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri kita, itu yang sangat kurang," ujarnya saat ditemui di Kantor Apindo, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

Menurut dia, hilirisasi industri belum bisa optimal apabila Indonesia masih mengimpor bahan baku.

"Jadi kalau mau mengembangkan industri tapi bahan bakunya masih terus impor, apapun enggak akan membantu neraca transaksi berjalan (Current Account Defisit/CAD) kita. Karena kalau mau menaikkan ekspor, berarti impornya harus dinaikkan juga," tambah dia.

Presiden Joko Widodo sebelumnya mengajak para pelaku usaha untuk mengurangi dan menghentikan ekspor bahan mentah serta melakukan hilirisasi industri. Upaya ini mutlak dilakukan demi menekan impor dan mendongkrak ekspor untuk menekan defisit transaksi berjalan.

Jokowi mencontohkan batu bara mentah yang diekspor 480 juta ton per tahun. Batu bara bisa diolah menjadi elpiji hingga avtur. Jika dihilirisasi, batu bara bisa mengurangi impor elpiji yang mencapai empat ton per tahun.

Nikel juga bernasib serupa. Indonesia, kata Jokowi, mengekspor jutaan ton nikel per tahun seharga USD30 per ton. Padahal, bila diolah menjadi feronikel, harganya bisa naik empat kali lipat.

Selain itu, Jokowi juga menyinggung posisi Indonesia sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar. Negara bisa mengimpor 42 juta ton minyak kepala sawit per tahun. Menurut dia, minyak kelapa sawit bisa diolah menjadi solar B20. Hilirisasi minyak kelapa sawit pun dapat menekan impor solar yang mencapai jutaan ton per tahun.

Pelaku usaha pun dipaksa untuk menjalankan hilirasasi industri. Bila tak memiliki teknologinya, mereka dapat membelinya atau mencari partner untuk bekerja sama.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id