Emas Antam Kian Bersinar ke Rp663 Ribu/Gram
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan Jumat menanjak sebesar Rp5.000 dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp658 ribu per gram. Hari ini, harga emas berada di posisi Rp663 ribu per gram. Sedangkan emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik tipis.

Mengutip laman Logam Mulia milik Antam, Jumat, 7 Desember 2018, pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya yaitu Rp6,18 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya yaitu Rp15,28 juta. Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp30,45 juta.

Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya Rp60,79 juta. Pembelian emas dengan ukuran 250 gram harganya sebesar Rp151,5 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 500 gram, harganya Rp302,87 juta. Sementara itu, pembelian emas dengan ukuran 1.000 gram, harganya Rp605,6 juta.

Adapun sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen (untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non NPWP). Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.



Setiap produk emas batangan Antam LM telah mendapatkan Sertifkat London Bullion Market Association (LBMA) untuk menjamin kualitas dan kemurnian produk. Dilengkapi dengan teknologi CertiEye untuk meningkatkan keamanan produk dengan sertifikat yang menyatu dengan kemasan (khusus pecahan 0,5 gram sampai dengan pecahan 100 gram).

Di sisi lain, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 naik sebanya USD1,00 atau 0,08 persen, menjadi menetap di USD1.243,60 per ons. Penurunan ekuitas AS juga mendorong beberapa permintaan terhadap aset safe haven emas. Namun, para investor masih mencari petunjuk lebih lanjut tentang kenaikan suku bunga AS.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret 2019 turun 7,3 sen atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada USD14,50 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari 2019 juga turun sebanyak USD12,4 atau 1,55 persen, menjadi menetap di USD789,60 per ons.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id