Illustrasi. MI/Usman Iskandar.
Illustrasi. MI/Usman Iskandar.

Permintaan Kredit Baru Melambat

Ekonomi kredit
Arif Wicaksono • 16 Oktober 2018 20:33
Jakarta: Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan kredit baru cenderung melambat pada triwulan III-2018. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan III-2018 yang turun menjadi 21,2 persen dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar 90,3 persen.
 
Melambatnya pertumbuhan permintaan kredit baru terjadi pada semua jenis penggunaan kredit, terindikasi dari penurunan SBT permintaan kredit modal kerja dari 90,2 persen menjadi 69,8 persen, kredit investasi dari 73,8 persen menjadi 68,9 persen, dan kredit konsumsi dari 36,6 persen menjadi 26,8 persen.
 
Pada triwulan III-2018, melambatnya penyaluran kredit konsumsi terutama disebabkan oleh berkurangnya permintaan kredit kendaraan bermotor dan kartu kredit. Pada triwulan III-2018, persentase jumlah responden yang memiliki realisasi kredit baru dibawah target (deviasi di atas lima persen) sebesar 40 persen, meningkat dibandingkan 30 persen pada triwulan sebelumnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kenaikan jumlah responden yang mengalami deviasi kredit terjadi pada kredit modal kerja dari 20,2 persen menjadi 22,5 persen responden dan kredit investasi dari 25 persen menjadi 35 persen responden.
 
Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia melakukan relaksasi Loan To Value (LTV) kredit/pembiayaan perumahan ditengarai mendorong peningkatan permintaan kredit kepemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) pada triwulan III-2018.
 
2018 Tetap Positif
 
Ke depan, hasil survei mengindikasikan pertumbuhan kredit baru akan kembali meningkat pada triwulan IV-2018, tercermin dari SBT kredit baru yang meningkat menjadi 94,8 persen.
 
Peningkatan kredit pada triwulan IV-2018 didorong oleh tingginya optimisme responden seiring pertumbuhan ekonomi yang masih kuat, risiko penyaluran kredit yang rendah, dan rasio kecukupan modal yang meningkat.
 
Optimisme kredit pada akhir tahun muncul setelah perkiraan meningkatnya pertumbuhan kredit pada triwulan IV-2018 juga disertai standar penyaluran kredit yang akan lebih ketat. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard sebesar 17,7 persen, lebih tinggi dari 3,8 persen pada periode sebelumnya.
 
Hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan 2018. Rata-rata responden memperkirakan pertumbuhan kredit pada 2018 akan mencapai 11,5 persen, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit 2017 sebesar 8,2 persen. Optimisme tersebut didorong oleh perkiraan pertumbuhan ekonomi yang membaik pada 2018, dan risiko penyaluran kredit yang menurun.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif