Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Strategi Mendag Stabilkan Harga Beras

Ekonomi harga beras mendagri
Ilham wibowo • 07 Januari 2019 15:37
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita optimistis harga komoditas beras bakal kembali normal. Caranya adalah dengan mengawal distribusi beras pemerintah di gudang Bulog dan melakukan operasi pasar. Pemerintah juga telah meminta Bulog merealisasikan penambahan distribusi stok beras hingga 15 ton per hari. 

"Kita di Kemendag mulai dari pendistribusian. Saya mau meyakinkan bahwa degan akses tol yang ada, tol darat di Jawa dan tol laut itu lebih mempermudah," ujar Enggar di gedung Kemendag, Senin, 7 Januari 2019. 

Enggar meyakini, kehadiran infrastruktur telah menekan harga dan ketersediaan sembako. Faktor penyebab kenaikan harga termasuk musim paceklik dan kecenderungan masyarakat yang memiliki preferensi merek tertentu telah dipikirkan. 
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Itu (kehadiran infrastruktur) terbukti di akhir tahun ketersediaan dan pasokan barang di daerah sangat mudah dan itu menekan cost juga," ungkapnya.  Enggar juga menegaskan bahwa pihaknya telah meminta para pelaku usaha untuk turut berkontribusi. Ia pun mewanti-wanti aksi penimbunan pada pelaksanaan operasi pasar ini. 

"Saya juga meyakini tidak ada lagi yang berani bermain-main, pengusaha dan pedagang yang menimbun bahan pokok. Kita sudah memulai transparansi itu sudah dua tahun. Jadi kalo supply ada, distribusinya oke, penimbunan tidak berjalan, insya Allah itu akan teratasi," paparnya. 

Lebih lanjut, Enggar meyakini proses stabilitas harga beras ini tak akan memakan waktu lama. Terlebih, stok Bulog maupun prediksi panen raya pada Maret 2019 dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar. 

"Dalam menentukan harga sangat tergantung di supply dan demand. Sekarang stok di Bulog masih ada, masih cukup dan diharapkan sesuai dengan ada yang disampaikan Kementan bahwa dengan persediaan yang ada dan akan mulai panen," pungkas dia. 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi