Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. (FOTO: dok MI)
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. (FOTO: dok MI)

Penurunan Suku Bunga Fed Buat Relaksasi Sektor Riil RI

Ekonomi suku bunga the fed
Annisa ayu artanti • 11 Juli 2019 18:54
Jakarta: Sinyal penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) memberi angin segar bagi sektor riil Indonesia.
 
Hal itu disampaikan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Menurut dia, penurunan suku bunga The Fed akan diikuti olah penurunan suku bunga acuan bank sentral negara lain, termasuk Bank Indonesia. Sehingga bunga kredit akan lebih murah.
 
"Stimulus moneter ini harapannya juga akan disusul oleh BI dengan memangkas bunga acuan. Jadi ada relaksasi bagi sektor riil kita dengan bunga kredit yang lebih murah," kata Bhima kepada Medcom.id, Kamis, 11 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bhima juga menyampaikan jika penurunan suku bunga The Fed tersebut terjadi dua kali hingga akhir tahun maka proyeksi penurunan suku bunga acuan BI akan mencapai 50 bps.
 
"Sepanjang semester dua bisa 50 bps totalnya," sebut Bhima.
 
Selain itu, sinyal penurunan suku bunga acuan The Fed juga dinilai sebagai sentimen positif bagi nilai tukar rupiah.
 
Pergerakan nilai tukar rupiah menguat di level Rp14.040 per USD. Sementara Bloomberg mencatat Rp14.065 per USD. Sedangkan kurs referensi Jisdor BI di level Rp14.089 per USD.
 
Sebelumnya, dalam risalah The Fed mengungkapkan bahwa para pejabat Federal Reserve Amerika Serikat memberi sinyal untuk menurunkan suku bunga bank sentral AS dalam waktu dekat.
 
Delapan dari 17 pejabat Fed memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga pada akhir tahun ini, sementara delapan pejabat lainnya melihat tidak ada perubahan dan satu memproyeksikan penaikan suku bunga.
 
Beberapa pejabat Fed mencatat bahwa penurunan suku bunga jangka pendek adalah tepat dari perspektif manajemen risiko karena dapat membantu meredam dampak dari kemungkinan guncangan buruk di masa depan terhadap perekonomian.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif