Illustrasi (MI/Atet).
Illustrasi (MI/Atet).

AAJI Harap Jiwasraya dan Bumiputera Tuntaskan Pembayaran Klaim

Ekonomi asuransi jiwa
Husen Miftahudin • 23 Juli 2019 15:17
Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera dan PT Asuransi Jiwasraya segera mencari solusi atas permasalahan pembayaran klaim kepada para nasabah pemegang polis. Asosiasi meminta dua perusahaan besar asuransi itu menyelesaikan permasalahan secara menyeluruh.
 
"Kami berharap (permasalahan) itu bisa mendapatkan jalan penyelesaian yang baik dan secepat-cepatnya. Penyelesaian secara keuangannya baik bukan hanya untuk tahun ini, tapi juga untuk tahun-tahun ke depannya," kata Ketua Umum AAJI Budi Tampubolon di Rumah AAJI, Jalan Talang Betutu, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juli 2019.
 
Budi menjelaskan penyelesaian permasalahan Bumiputera dan Jiwasraya dilakukan secara baik untuk pegawai, tenaga pemasar, dan nasabah pemegang polis. "Kami harapkan ada solusi yang bisa diterima semua pihak, tidak merugikan siapa pun," tegas dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga saat ini, Budi mengaku belum menerima informasi keluhan dari para anggotanya yang terkena imbas atas permasalahan ini. AAJI terus mencermati permasalahan ini dan mencoba untuk memayungi serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.
 
"Apa yang terjadi baik positif maupun kurang baik di industri asuransi jiwa kita ini, tentu itu juga bagian dari yang dicermati oleh AAJI," tutur Budi.
 
Pada Januari 2018, AJB Bumiputera mengaku mengalami keterlambatan klaim dalam 1-2 bulan. Hal ini disebabkan karena tidak ada premi yang dihasilkan Bumiputera lantaran produksi yang dialihkan ke Bhinneka Life. Munculnya nama Bhinneka Life bermula dari gagalnya perjanjian antara Bumiputera dengan PT Evergreen Invesco Tbk.
 
Setelah mengalami kegagalan, Bumiputera menyatakan tetap melakukan penguatan usaha dalam waktu dua tahun ini. Pasalnya, perusahaan sulit menerima investor baru jika kondisi keuangan lemah. Informasi teranyar, Bumiputera menjual aset propertinya di Surabaya. Ini dilakukan untuk membayarkan polis nasabah yang sudah jatuh tempo.
 
Sementara, permasalahan Jiwasraya akibat adanya tekanan likuiditas sehingga perusahan menunda pembayaran klaim pada produk Bancassurance. Total saving plan yang jatuh tempo dan tidak bisa dilunasi berjumlah Rp802 miliar.
 
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno turun tangan. Ia berharap nasabah pemegang polis JS Saving melakukan perpanjangan kontrak (roll over), sejalan dengan upaya mencari pendanaan baru.
 
Bagi nasabah yang berminat melakukan perpanjangan kontrak akan diberikan bunga dibayar di muka sebesar tujuh persen per tahun, atau setara dengan 7,49 persen per tahun nett efektif. Upaya itu merupakan opsi pertama yang ditawarkan manajemen baru Jiwasraya.
 
Sedangkan opsi kedua, manajemen baru Jiwasraya akan memberikan bunga pengembangan efektif sebesar 5,75 persen per tahun nett untuk mereka yang tidak memilih memperpanjang kontrak.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif