Memahami Risiko Investasi di Reksa Dana
Ilustrasi (Foto: Medcom.id)
Jakarta: Sebelum seseorang memulai investasi di reksa dana, tak ada salahnya untuk mengecek suatu reksa dana tersebut legal atau tidak. Baik produk maupun manajer investasi serta agen penjual reksa dana harus terdaftar dan mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kita pun juga harus mengetahui bahwa setiap investasi selalu disertai unsur-unsur risiko.

Oleh karena itu, sebelum berinvestasi di reksa dana, seseorang sebagai investor harus mempertimbangkan faktor-faktor risikonya. Mempertimbangkan faktor tersebut menjadi penting karena tiap orang memiliki kemampuan yang berbeda untuk menerima risiko yang diterima ketika memilih sebuah instrumen investasi.

Mengutip laman sikapikeuangan milik OJK, di Jakarta, Jumat, 17 Agustus 2018, faktor risiko tersebut yakni pertama, keuntungan tidak dijamin. Investor harus menyadari bahwa dengan berinvestasi di reksa dana, tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian keuntungan, dividen, ataupun kenaikan modal investasi.

Kedua, risiko umum pasar modal. Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa risiko pasar. Oleh sebab itu, reksa dana mungkin rentan terhadap perubahan kondisi pasar yang merupakan hasil dari: global, regional atau perkembangan ekonomi nasional; kebijakan pemerintah atau kondisi politik, pergerakan suku bunga secara umum, dan sentimen investor.

Ketiga, risiko efek. ada banyak risiko efek yang dapat terjadi pada setiap efek. Contohnya adalah kemungkinan gagal bayar perusahaan penerbit pada pembayaran kupon dan/atau pokok obligasi, dan implikasi dari peringkat kredit perusahaan yang diturunkan peringkatnya.



Keempat, risiko likuiditas. Risiko likuiditas dapat didefinisikan sebagai seberapa mudah sebuah efek dapat dijual pada atau mendekati nilai wajarnya tergantung pada volume yang diperdagangkan di bursa. Kelima, risiko inflasi. Risiko inflasi adalah risiko potensi kerugian daya beli investasi karena terjadinya kenaikan rata-rata harga konsumsi.

Keenam, risiko pembiayaan pinjaman. Jika dana pembelian unit reksa dana didapat dari pinjaman, investor perlu memahami bahwa; pinjaman meningkatkan kemungkinan untung maupun rugi; jika nilai investasi turun di bawah tingkat tertentu, investor mungkin diminta lembaga keuangan untuk menambah agunan, atau mengurangi jumlah pinjaman ke level yang disyaratkan.

Ketujuh, risiko ketidakpatuhan. Hal ini mengacu pada risiko terhadap reksa dana dan keuntungan investor yang dapat timbul karena ketidaksesuaian terhadap hukum, aturan, etika dan kebijakan dan prosedur internal dari manajer investasi.

Kedelapan, risiko manajer investasi. Kinerja setiap reksa dana sangat tergantung antara lain pada pengalaman, pengetahuan, keahlian dan teknik, proses investasi yang diterapkan oleh manajer investasi, dan setiap kekurangan dari syarat tersebut akan berdampak buruk pada kinerja reksa dana sehingga akan merugikan investor.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id