Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Panca Syurkani)

Produksi Meningkat, Antam Cetak Penjualan Rp,6,22 Triliun

Ekonomi antam
Annisa ayu artanti • 02 Mei 2019 13:30
Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan penjualan sebesar Rp6,22 triliun pada kuartal I-2019. Capaian ini tumbuh sembilan persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,73 triliun.
 
Mengutip laporan keuangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 2 Mei 2019, tercatat beban pokok penjualan perusahaan juga meningkat dari Rp4,71 triliun menjadi Rp5,18 triliun.
 
Laba kotor perusahaan tumbuh dua persen menjadi Rp1,03 triliun dibandingkan capaian kuartal I-2018 sebesar Rp1,02 triliun. Pada periode ini, Antam membukukan laba usaha sebesar Rp304,73 miliar dan laba tahun berjalan sebesar Rp171,67 miliar, serta EBITDA sebesar Rp701,47 miliar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko menjelaskan pencapaian kinerja keuangan yang positif di tiga bulan pertama 2019 didukung oleh capaian produksi dan penjualan komoditas utama Antam.
 
"Capaian ini didukung dengan capaian produksi dan penjualan komoditas utama Antam yang positif serta pengelolaan biaya tunai yang baik di tengah kondisi volatilitas harga komoditas global," jelas Kunto.
 
Selama kuartal I-2019 hampir seluruh komoditas utama Antam mengalami peningkatan produksi dan penjualan.
 
Volume produksi feronikel mencapai 6.531 ton nikel dalam feronikel (TNi), lebih tinggi tujuh persen dibandingkan produksi kuartal I-2018 sebesar 6.087 TNi. Penjualan feronikel pada periode ini juga naik 33 persen menjadi 7.122 TNi.
 
Lalu, produksi emas pada kuartal I-2019 tercatat sebesar 470 kilogram (kg). Angka produksi emas ini menurun 14,4 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar 538 Kg. Namun demikian, komoditas emas merupakan kontributor terbesar dalam total penjualan Antam, dimana pada kuartal I-2019 penjualan emas menaruh porsi 63 persen dari total seluruh penjualan komoditas perseroan atau mencapai Rp3,94 triliun.
 
Kemudian, di kuartal I-2019 perusahaan tambang pelat merah ini juga mencatat produksi bijih nikel mencapai 2,23 juta wet metric ton atau tumbuh enam persen dibandingkan produksi kuartal I-2018 yang sebesar 2,11 juta wmt. Penjualan bijih nikel juga mencatatkan peningkatanan 37 persen dari sebelumnya 1,27 juta wmt menjadi 1,74 juta wmt.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif