Perbankan Butuh Penguatan Modal Agar Kian Kompetitif
Ilustrasi OJK (MI/RAMDANI)
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai industri perbankan nasional perlu menguatkan struktur permodalan agar semakin kompetitif. Bahkan, penguatan modal perbankan tersebut diperlukan dalam menghadapi era suku bunga tinggi saat ini, termasuk di tengah sengitnya persaingan.

"Maka dari itu, OJK mendukung dilakukannya konsolidasi perbankan dalam rangka penguatan modal perbankan tersebut," ujar Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Otoritas Jasa Keuangan Slamet Edy Poernomo, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018.

Ia menuturkan konsolidasi perbankan dapat dilakukan dengan merjer ataupun akuisisi. Dalam setahun terakhir, OJK sudah melakukan penilaian terhadap kondisi masing-masing bank, apakah perlu dilakukan konsolidasi atau tidak.

"Kita mau mengarahkan. Kan kita tidak mungkin mengurangi jumlah bank, tapi kalau ada yang mau merjer, kita dorong," ujar Slamet.

Konsolidasi perbankan, lanjutnya, juga dapat memudahkan tugas OJK dalam mengatur dan mengawasi industri perbankan, didukung dengan teknologi yang semakin berkembang.

"Kan kontrolnya jadi lebih enak. Jadi yang kita awasi yang bank besarnya saja, karena bank kecilnya sudah termasuk didalamnya. Jadi isunya ke depan, dengan konsolidasi semakin ada penguatan modal, itu bisa dengan merjer, bisa dengan akuisisi," kata Slamet.

Sementara itu, ekonom senior Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menuturkan, belajar dari krisis 1998, penguatan permodalan memang satu keniscayaan. "Apakah bentuknya merjer, akuisisi, atau menambah modal melalui pasar modal, itu pilihan," ujar Poltak.

Demikian juga terkait sumber permodalan, apakah modal dalam negeri atau modal asing, ia menilai, hal tersebut tidak menjadi masalah. "Mereka sangat diperlukan. Mau kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus," pungkasnya.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id