Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja (tengah). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

BCA Incar Layanan Pembayaran Turis Tiongkok

Ekonomi bca ekonomi digital
Ilham wibowo • 28 Februari 2019 21:59
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mematikan mulai mengoperasikan transaksi aplikasi Alipay dan WeChat Pay. Dua layanan pembayaran digital asal Tiongkok ini dinilai cukup potensial terutama bagi turis asal negeri Tirai Bambu.
 
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaadmadja mengatakan kolaborasi layanan pembayaran ini bakal dilakukan pada kuartal III-2019. Saat ini, pihak BCA tengah mempersiapkan teknis peralatan penunjang di merchant milik perseroan.
 
"Memang mereka sudah minta lama supaya bisa masuk di platform merchant kita tapi persiapan technicality-nya tentu harus disiapkan, mudah-mudahan kuartal ketiga bisa kita kerja sama dengan mereka," ujar Jahja usai paparan publik di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerja sama bisnis ini diharapkan mempermudah turis-turis asal negeri Tiongkok untuk tetap bertransaksi via Alipay maupun WeChat Pay di Indonesia. Tahap pertama layanan baru bisa diakses di lokasi tertentu seperti Bali dan Batam.
 
"Kalau ada turis dari Tiongkok enggak bawa visa card, enggak bawa kartu kredit, enggak bawa tunai, mereka bisa dengan gadget-nya yang Wechat maupun Alipay bisa transaksi di merchant kita," ungkapnya.
 
Menurut Jahja, mekanisme pembayaran transaksi akan dilakukan dengan pencatatan tagihan kepada nasabah. Pihak BCA nantinya akan membayar ke merchant kemudian pihak Alipay atau WeChat akan melunasi ke BCA.
 
"Jadi flow-nya begitu, kita akan bagi sharing fee, merchant fee itu kan biasanya sama, visa dan master juga begitu, fee based-nya selalu kita sharing dengan mereka," ungkapnya.
 
Kerja sama ini diproyeksikan meningkatkan fee based income BCA yang tumbuh 10 persen dari 2018. Ia menyakini Bank Indonesia (BI) maupun otoritas jasa keuangan bakal memberikan dukungan lantaran mampu mendatangkan devisa.
 
"Itu sebenarnya terima devisa, orang asing datang ke mari mau bayar, mau belanja di sini masa tidak boleh, harusnya positif menarik devisa," pungkas Jahja.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif