Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.
Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.

Pertumbuhan Ekonomi Sejalan dengan Rendahnya Emisi Karbon

Ekonomi bappenas
Dian Ihsan Siregar • 19 Februari 2019 17:03
Jakarta: Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemerintah mempunyai target untuk menjadikan Indonesia menjadi negara maju di 2045. Langkah itu akan terlaksana bila setiap peningkatan ekonomi di negeri ini harus diiringi dengan pembangunan yang rendah emisi karbon.
 
"Kita paling tidak bisa jadi negara maju di 2045. Tapi saat genjot pertumbuhan ekonomi itu harus berkelanjutan. Jadi GDP kita masuk 5-10 besar di dunia, pada saat yang sama kita akan jadi negara yang besar tapi sudah rendah karbon, sehingga sustainibility," ungkap Bambang ditemui saat peluncuran Jejaring Indonesia Rendah Emisi (JIRE) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.
 
Maka dari itu, dia tidak setuju bila peningkatan pertumbuhan ekonomi akan berdampak terhadap lingkungan. "Karena ekonomi hanya bisa tumbuh berkelanjutan kalau ada lingkungan hidup yang terjaga," jelas dia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada saat ini, Bambang menyebutkan, Kementerian PPN sedang menyusun Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon (PPRK) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
 
"Pada konsep itu memastikan pertumbuhan ekonomi harus bisa mengurangi kemiskinan, tanpa mengorbankan kualitas lingkungan dan memperbaiki kondisi lingkungan," terangnya.
 
Bambang menjelaskan, pembangunan yang menekankan pada emisi yang rendah bukan lagi pilihan, tapi sudah jadi keharusan. Pemerintah sendiri telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sejak Indonesia menjadi tuan rumah COP 13 pada 2007.
 
"Sekarang ini tujuannya untuk mencapai target pengurangan emisi sebesar 29 persen dan bisa sampai 41 persen apabila dengan dukungan internasional pada tahun 2030 dibandingkan dengan business as usual (BAU). Jadi untuk mencapai tujuan itu, telah banyak kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi GRK," pungkas dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif