Penyaluran KUR Sektor Produksi 2019 Naik Jadi 60%

Desi Angriani 22 November 2018 19:37 WIB
kur
Penyaluran KUR Sektor Produksi 2019 Naik Jadi 60%
Menko Perekonomian Darmin Nasution (Dokumentasi Setkab).
Jakarta: Pemerintah menegaskan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor produksi tahun depan naik menjadi 60 persen. Artinya, plafon penyaluran KUR 2019 naik dari Rp106,6 triliun menjadi Rp120 triliun.

"Targetnya tahun depan 60 persen," ucap Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.

Darmin mengatakan mandatori KUR sektor produksi bakal disalurkan pada bidang pertanian, perikanan, industri, konstruksi dan jasa-jasa seperti penyedia jasa akomodasi, penyedia air minum, transportasi, real estate, dan kemasyarakatan.

Untuk kelompok usaha bersama komoditas perkebunan, KUR diharapkan bisa mendorong produktivitas kelapa sawit, karet dan kelapa yang menjadi produk unggulan Indonesia.

"Peningkatan alokasi bagi sektor produksi ini merupakan upaya pemerintah untuk mendorong potensi kegiatan ekonomi di berbagai daerah," tuturnya.

Karenanya, program KUR terus mengalami perubahan skema maupun regulasi demi mendorong partisipasi maupun keterlibatan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.

"Demi kemudahan pengelolaan basis data debitur usaha mikro dan kecil," pungkas dia.

Adapun realisasi KUR sampai 31 Agustus 2018 mencapai Rp88 triliun. Dari jumlah tersebut, baru terealisasi sekitar 70,9 persen dari target 2018 yang sebesar Rp123,531 triliun dengan rasio kredit bermasalah/ NPL 0,05 persen.

Penyaluran KUR tersebut juga masih didominasi  oleh skema KUR mikro 66,7 persen, disusul skema KUR kecil 33 persen dan KUR TKI 0,3 persen.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id