Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Respons Revolusi Industri, KPP Terbitkan Aplikasi Kepasar

Ekonomi pasar tradisional
Arif Wicaksono • 20 Agustus 2019 00:17
Jakarta: Komite Pedagang Pasar (KPP) resmi meluncurkan aplikasi online Kepasar untuk memudahkan masyarakat yang ingin belanja tanpa harus datang ke pasar tradisional.
 
Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad, mengatakan aplikasi Kepasar sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo yang ingin agar pasar rakyat tidak kalah saing dengan pasar modern.
 
“Kami dari KPP langsung menyambut baik keinginan bapak Jokowi, dengan kami membuat aplikasi online “Kepasar” sebagai bentuk pedagang pelaku UMKM mampu mengikuti zaman teknologi digital dan revolusi industri 4.0,” kata Rosyid dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 19 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rosyid sengaja mengambil momentum tepat 17 Agustus, untuk menunjukkan bahwa melalui aplikasi Kepasar, rakyat Indonesia mampu membangun aplikasi online secara swadaya tanpa adanya bantuan dana dari asing.
 
"Dengan momen kemerdekaan saya ingin menunjukkan aplikasi Kepasar, bisa hidup dan merdeka tanpa adanya bantuan dana dari luar negeri," jelasnya.
 
Dimulai dari Jakarta, sambungnya, pengembangan aplikasi itu dilakukan dengan kerja sama bersama seluruh pasar yang berada di bawah naungan PD. Pasar Jaya dan Dinas Koperasi juga UMKM di seluruh pasar tradisional.
 
"Untuk launching aplikasi online “Kepasar”, kami pastikan awal berjalannya Aplikasi Online Kepasar mulai di seluruh pasar se DKI Jakarta, kami berdayakan masyarakat yang menganggur bisa bekerja menjadi koordinator penjualan dan kurir di setiap satu pasar" tegasnya.
 
Dia pun meyakini aplikasi Kepasar akan menjadi primadona aplikasi online ke depannya. Terlebih jika nantinya sudah berlaku di seluruh pasar se-Indonesia.
 

"Saat ini siapa yang tidak membutuhkan pasar khususnya pasar tradisional. Baik orang tua hingga milenial pasti membutuhkan pasar tradisional. Aplikasi ini kami bentuk untuk menjembatani mereka tanpa harus datang ke pasar," pungkasnya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengaku sangat peduli terhadap pasar rakyat. Dia bahkan banyak membangun pasar agar tak ditinggalkan pembeli. Saat menjadi Wali Kota Solo, dia mengaku telah merenovasi sekitar 29 unit pasar. Hal itu untuk mempercantik lokasi pasar tersebut.
 
Jokowi juga mengaku sudah membangun 2.660 pasar di seluruh Tanah Air sejak 2014-2017. Pada 2018, dia juga sedang membangun sekitar 1.500 pasar. Ditambah 6.500 pasar yang dibangun di desa. "Meski kecil-kecil tapi ini sangat bermanfaat bagi ekonomi di desa," ucap dia.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif