Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. MI/BARY FATHAHILAH
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. MI/BARY FATHAHILAH

Indonesia Minta Keringanan Bea Masuk Produk Baja ke Tiongkok

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia indonesia-tiongkok
Antara • 06 November 2019 08:49
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta Pemerintah Tiongkok memberikan keringanan atau penghapusan bea masuk untuk impor produk baja asal Indonesia ke negeri Tirai Bambu.
 
Permintaan itu disampaikan langsung saat Luhut bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pembukaan Tiongkok International Import Expo (CIIE) di Shanghai, Tiongkok. "Pada pertemuan singkat sekitar tujuh menit itu saya sampaikan mengenai kondisi terakhir ekspor dari Indonesia," kata Luhut.
 
"Tentu saya sampaikan juga meminta keringanan atau penghapusan kebijakan Pemerintah Tiongkok yang menerapkan tarif masuk untuk impor produk baja dari Indonesia dan Presiden Xi mengatakan akan memerhatikan dan mempertimbangkan," tambah Luhut, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 6 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertemuan itu, Luhut mengungkapkan, Indonesia berharap dapat meningkatkan ekspor ke negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa itu. Produk ekspor dari Indonesia yang dinilai bisa ditingkatkan antara lain buah-buahan tropis seperti nanas, sarang burung, hingga produk olahan kelapa sawit.
 
"Lalu ada olahan-olahan produk hilirisasi seperti nickel ore, tembaga, timah, bauksit dan banyak lagi. Presiden Xi tadi berjanji untuk meningkatkan investasi negaranya di bidang teknologi," ucap Luhut.
 
Di lain pihak, Luhut menambahkan, Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai perbaikan di bidang regulasi serta memberi kepastian untuk memudahkan para investor dalam proses investasi. Dalam rangkaian kegiatan CIIE, Luhut didampingi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto.
 
CIIE merupakan bentuk usaha Pemerintah Tiongkok untuk mendukung liberalisasi perdagangan dan globalisasi ekonomi dan membuka pasar bagi dunia. Pameran CIIE bertujuan menarik komunitas bisnis dan investasi Internasional di tengah perang dagang antara Tiongkok dengan Amerika Serikat yang telah memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
 
Dalam kesempatan itu, Luhut juga menyempatkan melakukan pertemuan makan siang dengan beberapa pebisnis Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Pengusaha asal AS yang menjadi pemasok baja ke AS dari Indonesia menyampaikan permasalahan mereka bahwa produk baja yang mereka suplai dikenakan kebijakan tarif masuk sebesar 25 persen.
 
Menanggapi hal tersebut, Luhut berjanji akan membahas hal tersebut dengan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross yang akan datang ke Indonesia. "Besok dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Wilbur Ross, saya akan sampaikan hal ini dan minta kebijakan AS untuk memberi keringanan," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif