Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto ; Medcom/Suci.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto ; Medcom/Suci.

BKPM Ingin Dorong Investasi Pelaku UMKM

Ekonomi bkpm
Ilham wibowo • 02 Desember 2019 15:19
Jakarta: Mendorong pengembangan dan peningkatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) perlu terus dilakukan di tengah melemahnya perekonomian global. Sektor ini masih memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
 
"Bahwa tidak mungkin pertumbuhan ekonomi kita akan stabil di angka lima persen bahkan lebih kalau tidak kita mendorong sektor UMKM," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ditemui saat menghadiri acara di Kemenperin, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
 
Sektor UMKM bersumbangsih besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yakni di atas angka 60 persen. Selain itu, sektor UMKM berhasil menyerap lebih dari 100 juta orang dengan kontribusinya 97 persen dari tenaga kerja nasional.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Bahlil, sektor ini juga paling tahan terhadap guncangan perekonomian global. Krisis ekonomi pada 1998 misalnya, UMKM Indonesia boleh dibilang mampu hadir sebagai sektor penyelamat.
 
"UMKM ini dalam sejarahnya telah menjadi pahlawan ekonomi bangsa, 1998 saat terjadi krisis ekonomi inflasi kita 88 persen, defisit kita 13 persen dan cadangan devisa kita kurang lebih USD17 miliar," paparnya.
 
Kehadiran UMKM di Indonesia masih lebih unggul ketimbang investasi dari dalam maupun luar negeri. Pada saat krisis ekonomi, para investor bahkan cenderung melarikan diri menjaga peruntungannya.
 
"UMKM itu yang menjaga ekonomi kita bukan konglomerat, waktu itu (1998) mereka lari semua konglomerat ini," ungkapnya.
 
Bahlil mengharapkan sektor UMKM RI terus tumbuh tanpa intervensi investor besar. Penopang ketahanan dan pertumbuhan ekonomi nasional ini pun telah diusulkan tak masuk dalam sektor yang dibuka sebagai kemudahan berinvestasi di rancangan omnibus law.
 
"Nah ironisnya kebetulan yang saya pimpin itu di BKPM bicara investasi, penanaman modal dalam negeri dan luar negeri non-UMKM. Memang agak sedikit diskriminatif rasanya, saya juga baru tahu bahwa di sana hanya kelas menengah ke atas aja," tuturnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif