Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.
Ilustrasi. Foto : MI/RAMDANI.

Perdagangan RI-AS Ditargetkan Capai USD60 Miliar pada 2024

Ekonomi indonesia-as
Eko Nordiansyah • 04 Desember 2019 15:34
Jakarta: Pemerintah menargetkan nilai perdagangan antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) bisa mencapai USD60 miliar dalam jangka waktu lima tahun kedepan atau 2024. AS merupakan mitra dagang ketiga terbesar untuk Indonesia setelah Tiongkok dan Jepang.
 
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan AS sebesar USD28,6 miliar pada 2018 atau naik 10,42 persen dari jumlah USD25,9 miliar di 2017. Sementara, investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) AS di Indonesia senilai USD1,217 miliar untuk 572 proyek.
 
"Data itu tak serta-merta merefleksikan potensi sesungguhnya dari kerja sama ekonomi kedua negara. Jadi, untuk memperluas kerja sama perdagangan, kita harus berfokus pada usaha kolaboratif," kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 4 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam pertemuan antara Senior Vice President dan Regional Managing Director US-ABC Ambassador Michael W. Michalak dengan Kemenko Perekonomian, pemerintah saling bertukar pandangan mengenai cara-cara meningkatkan hubungan business to government (B2G) yang lebih positif, membuat lingkup aturan yang lebih kompetitif, dan membentuk ekosistem bisnis yang lebih berkualitas di Indonesia.
 
"Hal ini sejalan dengan visi Presiden Jokowi untuk memperdalam perdagangan dan investasi antara Indonesia dan partner dagangnya, khususnya Amerika Serikat," jelas dia.
 
Untuk periode lima tahun mendatang, Kemenko Perekonomian memprioritaskan upaya peningkatan daya saing nasional melalui transformasi ekonomi. Caranya dengan mengubah tatanan perekonomian Indonesia yang tadinya bergantung pada sumber daya alam (SDA) menjadi lebih memajukan industri manufaktur dan jasa.
 
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah memetakan strategi dan langkah prioritas jangka pendek dan menengah dalam perioe 2020-2025. Jangka pendeknya, Kemenko Perekonomian membuat 18 program prioritas yang akan diselesaikan dalam enam bulan ke depan.
 
"Quick wins-nya antara lain Kartu Pra Kerja, Omnibus Law, pengembangan industri petrokimia dan percepatan settlement negosiasi perdagangan,” tutur dia.
 
Sedangkan untuk jangka menengah, Kemenko Perekonomian telah mendesain 38 program strategis. Misalnya program mandatori B30, akselerasi eskpor dan industrialisasi, perbaikan sistem logistik nasional, penyelesaian sengketa perdagangan bilateral dan multilateral, serta perbaikan iklim dan ekosistem investasi serta kemudahan berusaha (ease of doing business), bagi investor lokal maupun asing.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif