Kantor Jiwasraya. Foto: MI/Ramadani
Kantor Jiwasraya. Foto: MI/Ramadani

Pemerintah Diminta Bailout Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Kautsar Widya Prabowo • 18 Januari 2020 17:21
Jakarta: Pengamat Asuransi Irvan Raharjo meminta Menteri Keungan Sri Mulyani melakukan skema dana talangan atau bailout untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Sudah dua bulan bergulir, pemerintah belum melakukan solusi konkret untuk memulihkan kerugian negara yang mencapai Rp13,7 triliun.
 
"Saya hanya sampai pada solusi kita serukan ke Menteri Keuangan untuk mem-bailout Jiwasraya dan seluruh rangkaian persoalan yang kurang lebih sama," ujar Irvan di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu, 18 Januari 2020.
 
Pemerintah sudah berpuluh-puluh tahun absen untuk membenahi industri asuransi. Sektor tersebut layaknya dijadikan warga negara kelas dua.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Undang-undang peransurasian tidak melaksanakan amanat. Baru tahun lalu muncul Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 Tahun 2019, tentang peruhsaan asuransi berbentuk usaha untuk Bumiputera," jelasnya.
 
Oleh sebab itu, ia mendorong pemerintah untuk melakukan bailout dengan sumber pendanaan dari International Monetary Fund (IMF). Karena saat ini pemerintah berhutang pada rakyatnya.
 
Saat ini terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Mulai dari strategic partner yang menghasilkan Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi Rp1 triliun, dan sumber dana lain dari pemegang saham Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut Rp32,89 triliun.
 

 

(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif