Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.
Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.

Ibu Kota Baru Berstandar Internasional

Ekonomi pemindahan ibukota
Desi Angriani • 06 Agustus 2019 17:01
Jakarta: Ibu Kota baru di wilayah Kalimantan akan dibangun dengan standar internasional. Prinsip pemindahan ibu kota ini bakal mencontek konsep ibu kota di negara maju. Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan sistem pembangunan tersebut harus dapat menjaga keberlangsungan dan kehidupan kota yang nyaman.
 
"Presiden berikan arahan nanti pemindahan ibu kota pakai standar kota internasional dan bakal jadi rujukan. Prinsip modern dan yang bisa jaga keberlanjutan kota," ujarnya di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Dia melanjutkan skema pembiayaan dalam pemindahan ibu kota nantinya menggunakan 30 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kerja sama pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan keterlibatan swasta maupun badan usaha.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk APBN, Bambang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menggunakan penerimaan negara murni seperti pajak melainkan melalui kerja sama pengelolaan aset. Setidaknya valuasi aset bangunan negara yang ada di sepanjang Medan Merdeka dan Sudirman-Thamrin mencapai Rp150 triliun.
 
"Tadinya dari APBN butuh Rp93 triliun. Artinya dengan Rp150 triliun bisa menutup untuk bangun istana, pangkalan TNI, dan kebutuhan rumah dinas," beber Bambang.
 
Namun demikian, pemerintah masih mengkaji tiga opsi Ibu Kota baru, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Pemerintah mempertimbangkan aspek ketahanan bencana, daya dukung lingkungan, ketersediaan air, lahan infrastruktur, keekonomian hingga keamanan.
 
"Intinya pak presiden akan segera umumkan lokasi pastinya," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif