Menteri Perindustrian (menperin) Airlangga Hartarto. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perindustrian (menperin) Airlangga Hartarto. Medcom/Ilham Wibowo.

Otomatisasi Tantangan Pemerintah Genjot Sektor Manufaktur

Ekonomi industri manufaktur
Husen Miftahudin • 06 Agustus 2019 19:09
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto akui banyak persoalan dalam Revolusi Industri 4.0. Salah satunya ialah penerapan otomatisasi terhadap industri manufaktur.
 
"Revolusi Industri 4.0 isunya banyak. Pertama, transformasi dari industri manufaktur ke digital dengan menggunakan IoT (Internet of Things), artificial inteligent, dan otomatisasi," ujar Airlangga usai mengisi acara di Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Agustus 2019.
 
Airlangga menyebut industri manufaktur menjadi sektor utama pemerintah untuk mendongkrak perekonomian nasional. Wajar bila industri manufaktur menjadi sektor prioritas dalam merealisasikan Industri 4.0.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain manufaktur, ada otomotif, kimia farma, dan energi terbarukan yang menjadi prioritas pemerintah," ucapnya.
 
Struktur produk domestik bruto (PDB) nasional pada kuartal II-2019 masih didominasi sektor industri. Kontribusinya mencapai 19,52 persen yoy dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen.
 
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan merupakan sumber pertumbuhan tertinggi pada perekonomian nasional di kuartal II-2019 sebesar 0,74 persen. Sektor lainnya yang turut berkontribusi, di antaranya pertanian (0,71 persen), perdagangan (0,61 persen), dan konstruksi (0,55 persen).
 
Adapun tiga sektor yang menopang pertumbuhan industri pengolahan nonmigas pada kuartal dua tahun ini, yaitu industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh melejit hingga 20,71 persen. Kemudian disusul industri kertas dan barang dari kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman yang tumbuh mencapai 12,49 persen.
 
Selanjutnya, industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 7,99 persen. Kinerja sektor-sektor manufaktur tersebut mampu melampaui pertumbuhan ekonomi di periode yang sama. Secara keseluruhan, pada kuartal II-2019, industri pengolahan nonmigas tumbuh 3,98 persen yoy.
 
Industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh signfikan dengan didukung peningkatan produksi di beberapa sentra. Sementara itu, pertumbuhan industri makanan dan minuman dipengaruhi oleh peningkatan permintaan domestik dan ekspor.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif