Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Strategi Pemasaran Iklan Rokok untuk Kelangsungan Industri

Ekonomi rokok tembakau
01 Juli 2019 10:50
Jakarta: Anggota Komisi Keuangan DPR Amir Uskara menyampaikan wacana pelarangan total iklan rokok dipandang inkonstitusional. Pasalnya, rokok bukanlah produk yang dilarang undang-undang. Begitu pula, keberadaan iklan dan promosi rokok hanyalah salah satu strategi pemasaran industri rokok ke kalangan publik.
 
"Iklan dan promosi rokok ialah salah satu strategi pemasaran yang akhirnya memberikan penghidupan layak bagi kelangsungan industri rokok dan jutaan orang yang terlibat di dalamnya," ungkap Amir melalui keterangannya, di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Senin, 1 Juli 2019.
 
Menurut dia, iklan rokok diperbolehkan tayang di media apa pun, termasuk internet, asalkan mengikuti peraturan perundang-undangan. Hal itu pun didukung dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 D.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketentuan ini mengandung makna bahwa setiap orang, termasuk industri rokok dan jutaan tenaga kerjanya, mempunyai hak untuk bekerja dengan memperoleh perlakuan yang adil dan layak," kata Amir.
 
Amir melanjutkan iklan rokok di internet merupakan bentuk penyampaian informasi kepada publik tentang produk tersebut dan dijamin Pasal 28F UUD 1945.
 
"Lantaran rokok adalah produk legal dari industri yang dilindungi undang-undang, maka wacana pelarangan total iklan rokok di internet amat tidak rasional dan inkonstitusional," tambah politikus Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu.
 
Ketua Formatur Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Janoe Arijanto menambahkan sampai saat ini belum ada pembicaraan antara pemerintah dan para pengusaha periklanan terkait pelarangan penayangan iklan rokok di internet. Audiensi amat penting lantaran mereka membutuhkan kejelasan secara detail terkait kriteria iklan rokok yang layak tayang di media daring.
 
Sementara itu, Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DKI Jaya Elwin Mok menuturkan selama ini pembatasan iklan rokok sudah diterapkan di televisi.
 
Iklan rokok boleh ditayangkan di atas pukul 21.30 WIB. Untuk media daring, kata dia, pembatasan penayangan iklan rokok bisa dilakukan lebih spesifik berdasarkan profil audiensnya.
 
Sebelumnya Menkes Nila Moeloek mengirimkan surat permintaan kepada Menkominfo Rudiantara untuk memblokir iklan pada situs-situs daring guna menurunkan tingkat prevalensi merokok remaja.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif