Illustrasi. MI/Yuniar.
Illustrasi. MI/Yuniar.

Gerai Ritel Bergeser ke Indonesia Timur

Ekonomi ritel
Ilham wibowo • 11 Juli 2019 19:07
Jakarta: Sektor industri ritel diyakini akan tetap bertumbuh di Tanah Air menghadapi persaingan ketat dengan pemanfaatan teknologi digital. Potensi pasar yang besar saat ini masih belum tergarap maksimal seperti di wilayah bagian Timur Indonesia.
 
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan beragam strategi dilakukan pelaku ritel untuk berada dalam kondisi bisnis yang baik. Penutupan gerai yang telah dilakukan di beberapa lokasi di wilayah Ibu Kota juga merupakan upaya dalam meningkatkan potensi pertumbuhan di luar Pulau Jawa.
 
"Ritel ada yang pindah ke timur karena di sana masih sangat besar potensinya. Banyak yang ke sana supaya bisa penuhi kebutuhan di sana," kata Roy ditemui di Toast Box Gandaria City, Jakarta Selatan, Kamis, 11 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Roy yakin masyarakat kabupaten di wilayah Indonesia Timur masih banyak yang belum mengenal toko ritel modern. Selain itu, nilai transaksi juga diyakini bertumbuh lantaran diimbangi tingkat kemampuan konsumsi masyarakatnya yang kuat.
 
"Mereka kalau belanja paling tidak harus ke kota besar provinsi, itu jadi peluang (menghadirkan gerai ritel) di level kabupaten atau kotamadya," ungkapnya.
 
Tingkat konsumsi masyarakat saat ini menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi nasional. Roy optimistis daya beli masyarakat akan terus meningkat seiring penerapan program pemerintah seperti misalnya optimalisasi dana desa.
 
"Ritel adalah tempat dimana terjadinya konsumsi, kita tahu bahwa konsumsi rumah tangga semester I itu kontribusi 56,82 persen dari total PDB, artinya selain konsumsi belum ada yang bisa kontribusi sebesar itu," paparnya.
 
Aprindo juga menargetkan pertumbuhan 10 persen atau menjadi Rp240 triliun pada 2019. Terget tersebut ditunjang dengan kinerja anggotanya yang memperluas pasar di berbagai daerah.
 
"Anomali emang ada tapi tidak akan buat ritel punah. Ritel masih tumbuh 800 toko per tahun di seluruh Indonesia. Supermarket tumbuh 10 sampai 15 per tahun, Hipermarket dua sampai tiga per tahun," tuturnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif