Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo (tengah). Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo (tengah). Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Belum Rampung, 12 Proyek Strategis Nasional Dilanjutkan 2020

Ekonomi infrastruktur proyek strategis nasional
Eko Nordiansyah • 27 Desember 2019 14:42
Jakarta: Pemerintah telah menyelesaikan 30 proyek strategis nasional selama 2019. Namun Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebut ada 12 proyek yang seharusnya selesai pada tahun ini tetapi belum rampung sehingga dilanjutkan di 2020.
 
"Cukup banyak yang kita selesaikan dan pengecekan ke lapangan, permasalahan yang muncul ada beberapa project yang harus carry over ke 2020," kata Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat, 27 Desember 2019.
 
Dirinya mencontohkan, proyek yang belum selesai sesuai target di 2019 adalah proyek jalan tol Pandaan-Malang sepanjang 37,63 kilometer. Akibat keterlambatan pembangunan, proyek ini molor pengerjaannya hingga diperkirakan baru selesai di Februari tahun depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebab seksi V saat ini masih konstruksi dengan progres 82 persen. Isu utamanya soal pembebasan lahan dan ada temuan Situs Sekaran pada kilometer 37 sehingga ada pergeseran trase," jelas dia.
 
Selain itu, ada pembangunan pelabuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Kawasan Industri Wilmar Serang, hingga proyek Tebing Tinggi-Kuala Tanjung Railway yang mendukung KEK Sei Mangkei.
 
Ada pula proyek Pelabuhan Baru Makassar (Makassar New Port), proyek Bendungan PSN Passeloreng, Kawasan Industri Ketapang, Kawasan Industri Konawe, dan serta proyek SPAM Bandar Lampung yang operasi komersial (COD) terkendala kasus korupsi.
 
"SPAM Bandar Lampung terkait (kasus korupsi yang ditangani) KPK dan COD-nya akan geser. KPBU sebenarnya tidak bermasalah dengan KPK, tapi di luar scoop dari KPBU-nya. Ini menghambat secara sistemnya," pungkas dia.
 
Sementara itu, proyek LRT Palembang dinyatakan masih belum selesai karena ada stasiun yang hanya memiliki satu sisi bangunan padahal seharusnya bangunan stasiun di dua sisi. Ditambah ada lelang konsultan pengawasan untuk verifikasi dokumen dan pekerjaan kontraktor secara keseluruhan yang masih harus dilakukan Kementerian Perhubungan.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif