?Cegah Stunting, KKP Gencar Sosialisasi Makan Ikan. (FOTO: dok KKP)
?Cegah Stunting, KKP Gencar Sosialisasi Makan Ikan. (FOTO: dok KKP)

Cegah Stunting, KKP Gencar Sosialisasi Makan Ikan

Ekonomi kelautan dan perikanan stunting
Husen Miftahudin • 12 Agustus 2019 11:02
Garut: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) gencar melakukan sosialisasi Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) ke daerah-daerah yang tingkat konsumsi ikannya masih rendah. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak konsumsi ikan domestik.
 
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut Aryo Hanggono mengatakan peningkatan konsumsi ikan ini penting karena kandungan gizi pada ikan mampu mengatasi masalah hambatan pertumbuhan (stunting) yang melanda di beberapa daerah di Indonesia.
 
Aryo menyebut saat ini baru tiga provinsi di Indonesia yang lepas dari masalah stunting. Mengingat Provinsi Jawa Barat belum terlepas dari masalah stunting, maka kegiatan Safari Gemarikan harus terus dilaksanakan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengonsumsi ikan mampu atasi gizi buruk. Makanya kami akan terus mengajak masyarakat terus makan ikan, terutama daerah yang tingkat konsumsinya masih rendah. Salah satunya di Garut," jelas Aryo dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 12 Agustus 2019.
 
Angka konsumsi ikan Kabupaten Garut pada 2018 sebesar 20,70 kg per kapita (setara ikan utuh segar), di bawah angka konsumsi ikan Provinsi Jawa Barat 29,64 kg per kapita. Jumlah ini bahkan jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional sebesar 50,69 kg per kapita.
 
"Bukan hanya Garut, masih banyak daerah yang tingkat konsumsinya rendah. Makanya kami nanti kami akan hadir di sana," paparnya.
 
Apalagi menurut Aryo, di tengah jumlah penduduk yang terus meningkat, sangat penting menjaga ketahanan pangan. Ikan menjadi salah satu bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Oleh karena itu, ketersediaannya harus cukup, baik diperoleh dari perikanan tangkap maupun hasil budidaya.
 
"Salah satu kegiatan untuk menjaga ketersediaan ikan ya restocking, dengan menebar benih ikan nilem seperti yang dilakukan di Situ Bagendit ini," ujarnya.
 
Bupati Garut Rudy Gunawan mengungkapkan ikan menjadi bagian penting dari upaya mencerdaskan dan meningkatkan gizi anak-anak Garut yang saat ini jumlahnya mencapai 400 ribu jiwa dari total 2,7 juta penduduk Garut.
 
"Bila ini (upaya peningkatan konsumsi ikan) terus dilaksanakan maka akan tercipta generasi emas pada 2045," yakin dia.
 
Rudy juga mengklaim program dan bantuan-bantuan yang diberikan oleh pemerintah pusat telah berhasil menekan angka kemiskinan di Kabupaten Garut sebesar dua persen, dari 11,27 persen di 2017 menjadi 9,27 persen di 2018. "Kontribusi bantuan yang diberikan pusat untuk Garut sangat besar terutama untuk penurunan angka kemiskinan," tuturnya.
 
Sebagai informasi, pada kunjungan kerja tersebut, KKP memberikan bantuan dengan total senilai Rp44,6 miliar. Adapun rinciannya Rp41,2 miliar untuk pengembangan perikanan tangkap, Rp777 juta di bidang perikanan budidaya, Rp1,4 miliar untuk penguatan daya saing, Rp142 juta untuk riset dan pengembangan sumber daya manusia, dan Rp150 juta bantuan permodalan melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (BLU LPMUKP).
 
Bantuan KKP yang menyentuh langsung masyarakat Garut adalah pemberian bantuan kapal kurang dari 5 GT dan alat penangkapan ikan gillnet untuk mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap dengan mengutamakan kelestarian sumber daya ikan melalui penggunaan alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan.
 
Selain itu juga diberikan bantuan berupa sarana distribusi dan sistem rantai dingin untuk mempertahankan mutu kesegaran dalam bentuk kendaraan berpendingin, chest freezer, dan ice flake machine.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif