Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Kautsar)

BPS Gunakan Metode KSA untuk Data Produksi Padi

Ekonomi padi bps
Kautsar Widya Prabowo • 20 Maret 2018 15:08
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) sejak Januari 2018 menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) untuk memperbaiki data produksi padi.
 
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan metode tersebut wajib digunakan petugas saat mendatangi langsung 192 ribu daerah yang dijadikan sampel penelitian.
 
"Ada 192 ribu daerah yang kita datangi. Petugas harus datang langsung ke sana menggunakan HP untuk memotret. Kalau dia (petugas) tidak datang, dia enggak bisa ambil foto karena HP-nya sudah di-setting," ujarnya, di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa, 20 Maret 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan metode tersebut digunakan bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang didukung Lapan dan Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk pemetaan wilayah.
 
Suhariyanto mengatakan BPS menargetkan metode tersebut akan rampung Agustus 2018 yang pelaksanaannya dilakukan setiap akhir bulan.
 
"Untuk bulan ini petugas akan berjalan pada 23 sampai 30 Maret," tambahnya.
 
Baca: Perum Bulog dan BPS Sinkronisasi Data Pangan
 
Dia menjelaskan petugas yang datang akan melakukan pemilahan dan pengamatan kondisi padi yang sedang panen atau yang tidak menghasilkan. Karenanya, ia berharap, foto yang dihasilkan dari 192 ribu daerah bersifat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Metode tersebut sebelumnya sempat digunakan pada 2017 namun hanya sebatas Pulau Jawa yang dipetakan.
 
Dalam kesempatan yang sama, BPS telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Perum Bulog tentang Penyediaan, Pemanfaatan, Serta Pengembangan Data Dan Informasi Statistik di Bidang Pangan.
 
Hal tersebut untuk menjaga ketahanan delapan pangan utama seperti gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam dan telur ayam.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif