Kenaikan Dana Infrastruktur untuk Tarik Investasi
Infrastruuktur. MI/PIUS ERLANGGA.
Jakarta: Pemerintah menaikkan alokasi pembangunan infrastruktur pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Pada tahun depan, pembangunan infrastruktur diproyeksikan mencapai Rp420,5 triliun atau naik 2,5 persen dari anggaran dalam APBN 2018 yang hanya Rp410,4 triliun.

Bahkan, jika dibandingkan dengan masa akhir pemerintahan sebelumnya di 2014, jumlah yang diupayakan tahun ini hampir lebih tinggi tiga kali lipat. Kala itu, dana pembangunan infrastruktur hanya Rp154,7 triliun.

Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Ari Kuncoro mengungkapkan apa yang dilakukan pemerintah saat ini sudah pada jalur yang tepat. Pasalnya, pembangunan infrastruktur merupakan modal utama untuk dapat menarik perhatian pihak asing terutama para investor untuk menanamkan modal mereka di Indonesia.

"Sangat penting bagi Indonesia untuk dapat menampilkan wajah infrastruktur yang terus berkembang. Tidak perlu langsung tetapi berkesinambungan. Itu diperlukan kalau kita mau mengundang investasi dari luar. Ini persoalan jangka panjang. Tanamnya sekarang, untungnya bisa jadi baru lima taun ke depan," ujar Ari kepada Media Indonesia, Minggu, 19 Agustus 2018.

Ia pun melihat apa yang telah dilakukan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah sangat baik dalam empat tahun terakhir. Pembangunan infrastruktur ini bisa menarik investor yang mau menanamkan modalnya ke Indonesia.

"Sebagian infrastruktur, dasarnya itu sudah ada, sudah berfungsi. Jadi manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, imagenya bisa dilihat investor sebagai peluang," ucapnya.


 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id