Penguatan UMKM Diharapkan Jadi Program Capres-Cawapres

Kautsar Widya Prabowo 22 Agustus 2018 04:30 WIB
pilpres 2019
Penguatan UMKM Diharapkan Jadi Program Capres-Cawapres
Ilustrasi UMKM (MI/ABDUS)
Jakarta: Center for Indonesia Policy Studies (CIPS) mengharapkan para capres dan cawapres yang nantinya terpilih dalam Pilpres 2019 dapat menyediakan skema permodalan yang ramah terhadap Usaha Masyarakat Kecil Menengah (UMKM). 

UMKM dianggap memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja bagi 96,87 persen angkatan kerja di Indonesia. Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman menjelaskan UMKM seringkali sulit mendapatkan modal dari bank lantaran dianggap memenuhi syarat creditworthiness. 

"Penguatan peran peer to peer lenders harus dilakukan untuk memberikan UMKM akses ke permodalan dengan skema pembayaran yang ramah UMKM ," ujar dia melalui keterangan tertulis, Jakarta, Selasa, 21 Agustus 2018.

Ia menambahkan kontribusi UMKM pada PDB mencapai 60,34 persen pada 2017 di amana angka tersebut dapat ditingkatkan mengingat peran UMKM dalam porsi ekspor di Indonesia hanya mencapai 15,7 persen.  

”Dengan memperkuat peran UMKM sebagai punggung perekonomian, diharapkan kondisi makro ekonomi Indonesia juga menjadi lebih tahan banting terhadap ketidakpastian global di tahun-tahun mendatang," tutur dia.

Lebih lanjut, kebijakan pro-UMKM yang dapat diberikan dapat terfokus pada bantuan modal dan pemasaran.




(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id