Mendag Ajak Afrika Tingkatkan Potensi Perdagangan
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: MI)
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita mengungkapkan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Afrika sangat berpotensi untuk terus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan setelah ia bersama rombongan delegasi lainnya termasuk pelaku usaha mengunjungi Tunisia dan Maroko dalam rangka misi dagang pada pekan lalu.

"Kita dapat amini hal ini, terutama jika membayangkan masa depan ekonomi Indonesia dan Afrika dengan kelas menengah yang terus tumbuh, konektivitas yang semakin baik, sumber daya manusia yang kia berkembang, dan kegiatan ekonomi yang saling melengkapi. Indonesia dan Afrika dapat saling mendukung dengan saling menawarkan komoditas unggulan," ujar Enggar melalui keterangan resminya, Senin, 2 Juli 2018.

Dalam kunjungan ke Maroko, Enggartiasto sempat menghadiri Forum Ekonomi Fes Meknes yang juga dihadiri Perdana Menteri Maroko Saadeddine Othmani; Menteri Industri, Investasi, Perdagangan, dan Ekonomi Digital Maroko Moulay Hafid Elalamy; Menteri Ekonomi dan Keuangan Maroko Mohamed Boussaid; serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Maroko Rabat Syarief Syamsuri. Hadir pula dalam forum tersebut Wakil Presiden Gabon Pierre Claver Maganga Moussavou.

Di hadapan lebih dari 500 peserta forum bisnis itu, Enggartiasto mengatakan bahwa kondisi perekonomian di Indonesia saat ini dalam kondisi yang baik sehingga sangat menjanjikan bagi para investor dari negara-negara asing.

Indonesia, ucap Enggar, berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,2 persen dalam dua dekade terakhir. Indonesia juga menjadi negara ekonomi terbesar ke-16 dunia berdasarkan produk domestik bruto, dan peringkat ke-8 berdasarkan purchasing power parity.

"Indonesia semakin ramah investasi, dibuktikan dengan peringkat kemudahan melakukan bisnis yang naik dari peringkat 91 pada 2017 menjadi peringkat 72 di 2018," tuturnya.

Di bidang perdagangan, lanjutnya, Indonesia telah memiliki ekosistem yang memperlancar arus barang dan jasa, sehingga lebih menguntungkan baik bagi pelaku usaha maupun konsumen.

"Sambil melakukan pembenahan dari dalam, kami semakin proaktif merundingkan perjanjian perdagangan preferensial dengan negara mitra dan kelompok negara mitra," tambah Enggar.

Ia pun mengajak Maroko untuk segera meningkatkan hubungan dagang dengan segera menyelesaikan perundingan untuk Indonesia-Maroko Preferential Trade Agreement (PTA).

"Jika PTA ini selesai, Maroko dapat menjadi gerbang masuk produk Indonesia ke pasar afrika dengan yang memiliki 500 juta penduduk. Maroko pun dapat melihat Indonesia sebagai gerbang masuk pasar ASEAN dengan total 600 juta penduduk," paparnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id