Illustrasi. MI/RAMDANI.
Illustrasi. MI/RAMDANI.

Anggaran Pemprov Aceh Dimanfaatkan untuk Dorong Investasi

Ekonomi investasi ekonomi indonesia aceh
01 Januari 2019 18:15
Banda Aceh: Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Aceh Aliamin mengharapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019 yang baru ditetapkan DPR Aceh harus dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur guna mendorong investasi dari dalam dan luar negeri.
 
"Salah satu program yang perlu dilakukan agar APBA tersebut bermanfaat dengan membangun infrastruktur yang berhubungan dengan akses untuk meningkatkan investasi dari dalam dan luar negeri di Aceh," kata Aliamin di Banda Aceh dikutip dari Antara, Selasa, 1 Januari 2019.
 
Ia menjelaskan ketersediaan akses infrastruktur yang baik akan mendatangkan banyak investasi di setiap potensi ekonomi dan hal tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap ekonomi masyarakat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya, jika investasi hadir di setiap potensi ekonomi ini juga akan berdampak langsung di mana akan terbuka lapangan kerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat di daerah sekitar," katanya.
 
Menurut dia infrastruktur pendukung seperti ketersediaan energi listrik yang mencukupi juga perlu terus ditingkatkan sebab listrik khususnya juga akan menjadi pertimbangan bagi investor.
 
Ia menambahkan, terkait komitmen Pemerintah Aceh untuk meningkatkan sektor pariwisata juga harus dibarengi dengan ketersediaan anggaran yang memadai sehingga seluruh destinasi yang ada dapat terawat dan tertata dengan baik.
 
Menurut dia ketersediaan sarana dan prasarana penunjang yang baik di setiap destinasi wisata juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap pelancong untuk mempromosikan beragam wisata yang ada di Aceh saat kembali ke daerah asal.
 
"Sektor pariwisata memberi andil besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Aceh khususnya dan Indonesia umumnya, karena dengan sektor ini juga dapat memberikan dampak pada sektor lainnya," kata Aliamin yang juga Wakil Rektor I Unmuha Aceh.
 
Karena itu ia berpesan kepada Pemerintah Aceh agar dapat mengalokasikan anggaran yang memadai untuk sektor pariwisata guna mendongkrak pertumbuah ekonomi secara signifikan di berbagai sektor lainnya di masa mendatang.
 
Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) sebelumnya menetapkan pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019 mencapai Rp17,104 triliun setelah mendapat evaluasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
 
Penetapan APBA 2019 berlangsung dalam rapat paripurna khusus di ruang sidang utama DPRA, Banda Aceh, Senin malam yang dipimpin Ketua DPRA Sulaiman dan dihadiri 35 Anggota DPRA, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud serta Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan.
 
Ketua DPRA Sulaiman mengatakan APBA 2019 yang ditetapkan tersebut telah mendapat evaluasi dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) setelah sebelumnya lembaga legislatif menyetujui pengesahannya.
 
"Sebelumnya, DPRA dalam sidang paripurna menyetujui penetapan APBA. Kemudian, Mendagri mengevaluasinya, sehingga bisa ditetapkan dalam rapat paripurna khusus," katanya.
 
Sulaiman mengatakan ada perubahan angka APBA setelah mendapat persetujuan Mendagri yakni pendapatan berubah menjadi Rp15,503 triliun dari sebelumnya Rp15,435 triliun.
 
Kemudian belanja menjadi Rp17,104 triliun dari sebelumnya Rp17,016 triliun, sehingga APBA mengalami defisit Rp1,580 triliun. Defisit ditutupi dengan penerimaan pembiayaan Rp1,652 triliun dan pengeluaran pembiayaan Rp72 miliar. Dengan demikian, defisit menjadi nol.
 
"Kami berharap APBA 2019 dilaksanakan secepatnya dan digunakan sesuai harapan, sehingga tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh bisa terwujud," pungkas Sulaiman.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif