Mengantisipasi Dampak Revolusi Industri 4.0

Gervin Nathaniel Purba 16 November 2018 13:46 WIB
berita kemenaker
Mengantisipasi Dampak Revolusi Industri 4.0
Direktur Jenderal Binapenta & PKK Kemenaker Maruli Hasoloan. (Foto: Dok. Kemenaker)
Jakarta: Organisasi Buruh Internasional (ILO) menyebutkan 56 persen pekerjaan di Indonesia terancam akan diambil alih oleh robot akibat dampak revolusi industri 4.0. 

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi dampak tersebut. Salah satu langkah yang dipilih yakni dengan meningkatkan keterampilan pekerja sesuai kebutuhan industri.

"Untuk menghadapi  potensi  pengurangan  tenaga  kerja tersebut, ada dua langkah  implementasi. Salah satunya ialah meningkatkan keterampilan  yang sesuai untuk tenaga kerja agar tidak diganti  oleh industri otomasi 4.0," kata Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kemenaker Maruli Hasoloan, dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 November 2018.

Selain itu, pemerintah memberikan pelatihan  kewirausahaan  dan  akses  modal  untuk memulai  dan  mengembangkan  sektor swasta juga harus dilakukan. Berbagai  langkah  pengembangan  yang  dilakukan pemerintah  Indonesia  telah menunjukkan  beberapa perbaikan. 

"Salah  satunya  adalah program  peningkatan pelatihan  dengan kebijakan yang  dikenal sebagai  3R (Revitalisasi, Reorientasi, dan  Rebranding) di Balai Latihan Kerja (BLK)," kata Maruli.

Peningkatan kualitas dikembangkan melalui  strategi  Triple Skilling, yaitu skilling, upskilling, dan reskilling. Pekerja yang tidak dilengkapi dengan  keterampilan dapat bergabung dengan program skilling untuk  belajar keterampilan pada sektor tertentu," katanya.

Sementara  itu,  pekerja  yang  sudah  memiliki keterampilan  dan perlu  peningkatan  keterampilan  dapat mengikuti program upskilling. Sedangkan  bagi  yang  ingin  beralih keterampilan bisa mengambil  program reskilling.

Pemerintah menyadari pentingnya menanggapi tantangan pekerjaan kaum muda dengan meluncurkan rencana aksi nasional. 

"Di antaranya terdiri dari kemampuan mendapatkan pekerjaan, kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan kesempatan yang setara untuk memenuhi tujuan pekerjaan yang layak dan produktif bagi kaum muda," ucap Maruli.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id