Kepala BKPM Pangkas Target Investasi 2018 jadi Rp730 Triliun
Illustrasi. MI/MOHAMAD IRFAN.
Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merevisi target pertumbuhan investasi 2018 dari Rp765 triliun menjadi Rp730 triliun. Revisi target ini sudah diberitahukan ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepala BKPM Thomas Lembong menegaskan Indonesia tidak akan sanggup meraih target investasi sebesar Rp765 triliun dengan berbagai kebijakan saat ini. Apalagi pertumbuhan investasi terus melambat sejak setahun terakhir.

"Kami sudah menyurati PPN dan Kemenkeu bahwa tidak mungkin kita bisa mencapai Rp765 triliun dengn kebijakan yang ada," ujarnya di Kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa 30 Oktober 2018.

Menurutnya, target tahun ini masih jauh lebih tinggi dari realisasi investasi 2017 yang sebesar Rp692 triliun. Dengan kata lain, tetap ada kenaikan sebesar 5,49 persen untuk target yang telah direvisi. Jika dipotong inflasi sebesar 3,5 persen maka pertumbuhan riilnya hanya sebesar 1,5 persen.

"Kira-kira naik lima persen, nilai ini semua adalah nominal, belum dipotong inflasi," tutur dia.

Lembong berharap pemerintah segera menciptakan terobosan baru yang dapat mengembalikan momentum investasi ke angka double digit pada 2019.

"Harapannya 2019 bisa kembali pertumbuhan double digit dalam nominal rupiah," sambungnya.

Terkait program Online Single Submission (OSS), kata Lembong, pemerintah melalui Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran DPR RI telah menyetujui penambahan anggaran sebesar Rp100 miliar. Jumlah itu masih di bawah anggaran yang diajukan BKPM sebesar Rp200 miliar.

"Secara informal kami diberitahu bahwa untuk tambahan lagi agar saya menindaklanjuti dengan ibu menkeu langsung," ungkap Lembong.

Dengan anggaran yang ada, BKPM bakal mengambil alih pengelolaan sistem OSS dari Kementerian bidang Perekonomian. "Kami simpulkan sebaiknya kami segera bergerak untuk ambil alih OSS," pungkasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id