Lagi, OJK Temukan Puluhan Fintech Ilegal
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menemukan puluhan financial technology (fintech) ilegal. Kata Ketua Satgas Waspada Investasi ‎OJK Tongam Lumban Tobing, kemajuan teknologi membuat layanan fintech peer to peer lending ilegal tumbuh menjamur.

"Kami menemukan adanya beberapa fintech-fintech ilegal yang muncul kembali karena adanya kemudahan untuk menciptakan aplikasi atau platform dengan kemajuan teknologi saat ini‎. Kita menemukan lagi puluhan (fintech ilegal)," ujar Tongam dalam forum group discussion (FGD) Waspada Penipuan Berkedok Koperasi di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018.

Namun, Tongam enggan membeberkan jumlah pasti layanan pinjam meminjam yang diduga ilegal. Saat ini, Satgas Waspada‎ Investasi tengah melakukan analisis lebih lanjut terhadap puluhan fintech ilegal tersebut. "Nanti kita umumkan," sambungnya.

Hingga saat ini, Satgas Waspada Investasi telah membekukan 404 layanan pinjam meminjam daring. Platform ke-404 fintech itu tidak terdaftar dan tak mendapat izin resmi dari OJK.

‎"Kami minta kepada Kemenkominfo dan sudah diblokir website, situs, dan aplikasinya. Kemudian kami juga menyampaikan informasi kepada Bareskrim untuk menindaklanjuti dugaan tindak pidana di sana‎," bebernya.

Selain tidak terdaftar di OJK, ke-404 fintech itu juga merugikan masyarakat. Tongam bilang, banyak masyarakat yang mengadu ke otoritas karena merasa dirugikan.

"Banyak pengaduan masyarakat terutama terkait tata cara penagihannya tidak beretika dan bunga (yang dikenakan ‎kepada nasabah) sangat tinggi dengan denda yang tiada batas," tutur dia.

Di sisi lain, Tongam mengimbau kepada masyarakat agar memperhitungkan secara matang‎ sebelum melakukan pinjaman lewat fintech. Termasuk bisa mengelola utang sesuai kemampuan.

"Masyarakat harus cerdas mengelola utang, pinjam lah sesuai kemampuan bayar sehingga utang itu tetap terbayar dengan baik‎. Kalau masyarakat menemukan fintech ilegal seperti ini, segera lapor ke polisi. Kami mendorong proses penegakan hukum terhadap para pelaku ini," tegasnya.

Tongam juga membeberkan, saat ini jumlah fintech yang telah terdaftar dan resmi beroperasi sebanyak 73 platform. Ke-73 layanan pinjam meminjam itu dilindungi OJK.

"Fintech peer to peer lending ini tujuannya bagus karena adanya inovasi dalam keuangan masyarakat dan UMKM yang tidak terlayani dengan sektor perbankan sehingga tujuannya untuk memajukan perekonomian masyarakat. Saat ini ada 73 yang terdaftar dan berizin," tutup Tongam.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id