Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey. FOTO: Medcom.id/Desi Angriani.

Tumbuh Lesu, Pertumbuhan Ritel Kuartal III Diproyeksi 5%

Ekonomi ritel
Desi Angriani • 14 Oktober 2019 18:36
Jakarta: Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) memproyeksikan pertumbuhan ritel kuartal III-2019 hanya lima persen. Angka tersebut tumbuh melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar tujuh persen.
 
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan lesunya sektor ritel bukan disebabkan oleh perlambatan daya beli masyarakat melainkan melesunya pertumbuhan ekonomi.
 
"Pertumbuhan ritel kuartal III sedikit lebih rendah dari tahun lalu. Dulu sekitar 5-7 persen kalau sekarang hanya lima persen, sedikit melemah," kata Roy kepada Medcom.id saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya, indikator pertumbuhan ekonomi dilihat berdasarkan konsumsi rumah tangga bukan daya beli masyarakat. Misalnya, perubahan pola belanja dari offline ke online memengaruhi penjualan di peritel fesyen. Sementara perubahan perilaku belanja tersebut tidak berefek ke consumer goods seperti barang kebutuhan pokok.
 
"Itu yang memengaruhi konsumen bukan daya beli," ungkap dia.
 
Namun demikian, Roy optimistis pertumbuhan ritel di kuartal IV atau akhir tahun double digit. Hal tersebut didukung oleh musim libur Natal dan Tahun baru disertai kebijakan ekonomi dari anggota kabinet baru.
 
"Regulasi dan kebijakan baru semuanya bertujuan untuk menghasilkan reputasi ekonomi yang baik, tentu kita punya semangat dan optimistis," pungkas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif