Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : MI/Susanto.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto : MI/Susanto.

Sejumlah BUMN Masih dalam Kondisi Aman

Ekonomi bumn
Desi Angriani • 02 Desember 2019 17:18
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap status sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk kategori lampu merah. Perusahaan pelat merah itu antara lain; PT Hutama Karya, PT Jasa Marga, dan PT Djakarta Lloyd.
 
Bila merujuk pada metode Z-SCORE, BUMN Konstruksi, Infrastruktur, Perumahan, Pariwisata, Transportasi, Tambang dan Energi masih masuk kategori aman.
 
"Ada dua kelompok BUMN yang masuk distress aneka industri dan pertanian kuning, waspada, hijau aman, kalau merah perusahaan itu dalam kondisi distress," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan Debt to Equity Ratio atau Rasio Hutang terhadap Ekuitas (DER), PT Waskita Karya, PT Adhi Karya dan PT Jasa Marga telah melampaui batas aman, atau memiliki rasio utang dan modal yang tidak seimbang.
 
Utang tersebut melebihi tiga kali lipat jumlah modalnya kecuali PT Wijaya Karya yang masih dalam kondisi sehat. Sementara itu, beberapa BUMN dengan rasio yang terlampau tinggi antara lain PT PNM dan PT PAL.
 
"Hal ini perlu diwaspadai karena berpengaruh terhadap kondisi keuangan perusahaan," ungkapnya.
 
Beberapa BUMN masih dimungkinkan untuk meningkatkan leverage-nya, antara lain PT Pelabuhan Indonesia IV, PT Angkasa Pura II, dan PT ASDP Indonesia Ferry, PT Krakatau Steel, PT Industri Kapal Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara III.
 
"Untuk BUMN Jasa Keuangan mayoritas menunjukkan bahwa perusahaan termasuk dalam kategori aman," pungkas dia.
 
Adapun tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sudah mencatatkan kerugian ialah PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT DI, PT PERTANI, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif