Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Kemenperin Bikin Material Center IKM Logam di Tegal

Ekonomi kementerian perindustrian
Ilham wibowo • 15 Agustus 2019 15:28
Jakarta: Kementerian Perindustrian dan pemerintah setempat menginisiasi pembentukan Material Center untuk industri kecil dan menengah (IKM) sektor logam dan komponen alat angkut di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Langkah ini sebagai upaya strategis memenuhi kebutuhan bahan baku yang berkelanjutan dan berkualitas.
 
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan sentra IKM logam ini sebagai bagian dari rantai pasokan industri nasional yang perlu diperkuat. Dorongan diberikan dalam meningkatkan kompetensi SDM, teknologi mesin dan peralatan, promosi dan kemitraan, serta kemudahan untuk mengakses bahan baku.
 
"Sentra IKM logam ini serlu diperkuat sehingga produktivitas dan daya saing IKM kita terus meningkat,” kata Gati melalui keterangan tertulis, Kamis, 15 Agustus 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gati menjelaskan material center ini berperan dalam penyediaan bahan baku berbasis logam bagi IKM di sentra Tegal. Fungsinya juga sekaligus sebagai penyedia jasa logistik yang mengoptimalkan penjemputan bahan baku maupun pengantaran order barang jadi dari IKM kepada mitranya.
 
“Untuk mendukung secara penuh kegiatan produksi bagi IKM sekitar, material center juga akan mendukung melalui jasa permesinan yang dapat dimanfaatkan oleh IKM,” tuturnya.
 
Material center ini bakal didukung dengan sistem informasi manajemen Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis cloud yang dapat memudahkan pencatatan operasional pusat bahan baku tersebut. Nantinya, akan ada sistem yang menghubungkan IKM, material center, dan vendor atau supplier.
 
"Ini akan mengoptimalkan koordinasi antar stakeholders. Selain itu, sistem informasi berbasis cloud itu juga sebagai bagian dari penerapan industri 4.0 dalam rantai pasok IKM,” imbuhnya.
 
Menurut Gati, partisipasi pelaku IKM dalam rantai pasok industri otomotif nasional menjadi bagian penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Artinya, mereka tidak hanya sekadar mampu dalam memproduksi berbagai komponen maupun aksesoris mobil dan motor dengan standar kualitas yang telah ditetapkan oleh Agen Pemegang Merek (APM), tetapi juga telah membuktikan kemampuannya dalam berinovasi dan melakukan berbagai pengembangan produk komponen sesuai selera pasar saat ini.
 
“Sebagai salah satu sektor yang diprioritaskan, industri otomotif terus didorong agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada perekonomian nasional, terutama dari sisi ekspor. Pada 2025, industri otomotif nasional ditargetkan dapat mengekspor satu juta unit mobil dengan porsi 20 persen di antaranya adalah mobil listrik,” paparnya.
 
Dalam kurun waktu enam tahun ke depan, ekosistem rantai pasok industri otomotif nasional harus terus berjalan dengan baik. Target ini membutuhkan kolaborasi, kerja sama dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan. Saat ini, sentra produksi IKM logam di Indonesia sebagian besar tersebar di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan total IKM komponen otomotif sebanyak 450 unit usaha.
 
“Kami ingin pembentukan material center ini menjadi penanda semangat untuk terus mendukung sektor IKM agar mampu memegang peranan penting dalam pengembangan daya saing industri nasional sehingga mampu kompetitif sampai kancah global,” tegasnya.
 
Dalam kesempatan tersebut Gati juga telah meresmikan tahap awal pembangunan workshop sebagai bagian dari Lingkungan Industri Kecil (LIK) Takaru Tegal, yang akan dilengkapi dengan delapan bangunan workshop untuk IKM logam. Dengan bangunan baru ini, harapannya IKM di Tegal dapat terintegrasi dan semakin mudah berkolaborasi untuk semakin maju bersama-sama.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif