Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. Medcom.id/Eko Nordiansyah.
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo. Medcom.id/Eko Nordiansyah.

Pemerintah Siapkan Enam Langkah Perkuat Industri Manufaktur

Ekonomi industri manufaktur
Desi Angriani • 05 September 2019 06:13
Jakarta: Pemerintah menyiapkan enam langkah strategis untuk memperkuat kinerja industri manufaktur. Upaya tersebut demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berkelanjutan, dan inklusif.
 
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan strategi pertama yang disepakati pemerintah ialah meningkatkan efisiensi logistik melalui pembangunan infrastruktur, seperti Pelabuhan Patimban dan pendukungnya.
 
Selanjutnya, mendukung peningkatan iklim investasi melalui sistem perizinan dengan mengimplementasikan Online Single Submission (OSS) versi 1.1.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rapat Koordinasi Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia menyepakati 6 langkah strategis menguatkan kinerja industri manufaktur," ujar Perry dalam jumpa pers di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu, 4 September 2019.
 
Langkah ketiga, mendukung harmonisasi regulasi dan program kebijakan untuk meningkatkan produktivitas industri. Antara lain melalui penerbitan ketentuan pelaksanaan super deductible tax dan penerbitan penyempurnaan ketentuan pendukung Kendaraan Ramah Lingkungan.
 
Selanjutnya, pemerintah akan mendukung kelancaran sistem pembayaran melalui perluasan kerja sama Local Currency Settlement untuk perdagangan internasional dengan dua negara mitra.
 
"Lalu perluasan kerja sama Local Currency Settlement untuk investasi Malaysia dan Thailand, serta pengembangan sistem pembayaraan melalui perluasan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan peluncuran Quick Response (QR) Code Indonesian Standard (QRIS)," jelasnya.
 
Perry menambahkan pembiayaan yang berwawasan lingkungan (green financing) melalui pelonggaran loan to value (LTV) dan uang muka, serta pelebaran Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan perluasan cakupan komponen sumber funding juga akan didorong.
 
Terakhir, mendukung promosi perdagangan dan investasi industri manufaktur melalui fasilitasi negosiasi untuk menjadi pemasok brand global, percepatan ratifikasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement/IA-CEPA) dan negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA).
 
"Kita juga mendorong pemanfaatan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chili (Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement/ IC-CEPA) serta penyelenggaraan West Java Investment Summit (IRU-RIRU-GIRU), dan pameran, misi dagang, serta business matching, antara lain Trade Expo Indonesia di Jakarta," pungkas dia.
 
Adapun, kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (Rakorpusda) dengan tema “Pengembangan Industri Manufaktur untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi secara Berkelanjutan dan Inklusif” di Jakarta.
 
Rakorpusda dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, pejabat Menteri Keuangan, pejabat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pejabat kementerian/lembaga lainnya, serta sejumlah kepala daerah tingkat provinsi yang merupakan basis industri manufaktur nasional, yaitu Gubernur Provinsi Jawa Barat, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, dan Gubernur Provinsi Jawa Timur.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif